JAKARTA, JakartaHype.com - Grup musik Tre Amor Vati resmi memperkenalkan diri di blantika musik Indonesia melalui peluncuran single perdana berjudul "Perih". Karya ini menjadi penanda awal perjalanan karier mereka sekaligus wujud nyata dari mimpi yang sempat tertunda selama hampir dua dekade.
Tre Amor Vati beranggotakan Ewing sebagai vokalis, Tommy dan Didit di posisi gitaris, serta Reggy sebagai drummer. Meskipun secara resmi baru terbentuk pada tahun 2026, perjalanan musikal para personel sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2006, ketika mereka memiliki keinginan kuat untuk membangun band bersama.
Namun, impian tersebut harus tertunda selama bertahun-tahun akibat berbagai kesibukan pekerjaan, perjalanan karier masing-masing, dan tanggung jawab keluarga. Selama masa penantian itu, lagu "Perih" hanya tersimpan sebagai karya yang sesekali dikenang saat para personel berkumpul dan bernostalgia.
Momentum kebangkitan mimpi itu akhirnya hadir pada awal 2026 ketika mereka kembali bertemu dalam suasana santai. Pertemuan tersebut berkembang menjadi keputusan besar untuk membentuk Tre Amor Vati dan menghidupkan kembali lagu yang telah lama tersimpan tersebut.
Gitaris Tommy mengungkapkan bahwa "Perih" merupakan karya yang lahir dari pengalaman emosional yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
"Perih bercerita tentang hubungan dua manusia yang berjalan kurang baik. Padahal harapan kami, apa pun masalahnya harus bisa berjalan dengan apa adanya," ujar Tommy saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, baru-baru ini.
Lagu "Perih" mengangkat kisah hubungan yang menghadapi berbagai tantangan dan kekecewaan dalam perjalanan cinta. Melalui lirik yang emosional dan jujur, Tre Amor Vati berusaha menghadirkan pesan yang dapat dirasakan oleh pendengar dari berbagai kalangan.
Vokalis Ewing menambahkan bahwa lagu tersebut menjadi representasi perjalanan panjang serta proses pendewasaan yang dialami seluruh personel selama bertahun-tahun.
"Dengan rasa syukur, kami mempersembahkan 'Perih' sebagai karya pertama Tre Amor Vati. Lagu ini mewakili perjalanan dan pendewasaan kami sebagai band. Semoga pesan yang kami sampaikan melalui Perih dapat diterima dan dirasakan oleh para pendengar," kata Ewing.