JAKARTAHYPE.COM - Starbucks Korea mengambil tindakan tegas dengan memutuskan untuk menutup sementara seluruh gerai mereka secara serentak di seluruh negeri. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap gelombang kritik publik dan politik yang muncul akibat sebuah promosi produk yang dianggap telah membangkitkan memori kelam mengenai pembantaian pro-demokrasi.
Keputusan penutupan massal ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni mendatang, dengan waktu penutupan dimulai pukul 15.00 waktu setempat. Langkah ini diambil perusahaan untuk memastikan seluruh karyawan dapat mengikuti sesi pendidikan wajib mengenai sejarah Korea modern.
Tujuan utama dari penutupan setengah hari ini adalah untuk memberikan pelatihan yang lebih mendalam kepada staf mengenai sensitivitas sosial dan konteks sejarah bangsa. Hal ini merupakan upaya perusahaan untuk memperbaiki citra dan menunjukkan tanggung jawab sosial mereka.
Lebih dari 2.000 gerai Starbucks yang tersebar di Korea Selatan akan berpartisipasi dalam sesi edukasi ini. Penutupan ini bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga diperkirakan akan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi perusahaan.
Perusahaan memperkirakan bahwa penutupan sementara selama setengah hari tersebut akan mengakibatkan hilangnya potensi penjualan yang diperkirakan mencapai 2,1 miliar Won. Angka kerugian ini setara dengan sekitar 1,4 juta Dolar Amerika Serikat, berdasarkan data yang dihimpun oleh firma analisis IGAWorks.
Firma data IGAWorks telah menyediakan estimasi kerugian penjualan yang akan ditanggung oleh Starbucks akibat penutupan mendadak ini. "Penutupan setengah hari ini akan merugikan Starbucks sekitar 2,1 miliar won ($1,4 juta) dalam bentuk hilangnya penjualan," menurut data firma IGAWorks.
Keputusan ini menandai respons perusahaan yang cepat terhadap kontroversi yang terjadi sebelumnya. Promosi yang bermasalah tersebut memicu kemarahan karena dianggap kurang peka terhadap peristiwa traumatis dalam sejarah perjuangan demokrasi Korea Selatan.
Meskipun menimbulkan dampak operasional dan finansial, langkah ini dilihat sebagai upaya serius Starbucks Korea untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap pembelajaran dan peningkatan kesadaran sosial di antara seluruh staf operasional mereka.
Perusahaan berharap bahwa melalui sesi rekaman kuliah mengenai sejarah Korea modern dan pelatihan sensitivitas sosial, insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang. Ini adalah bagian dari strategi pemulihan reputasi jangka panjang mereka.