JAKARTAHYPE.COM - Jennifer Lopez (J.Lo) baru-baru ini mengungkapkan bahwa gaya hidupnya sebagai seorang workaholic di awal karier sempat membawanya mendekati ambang batas kesehatan fisik. Bintang Hollywood berusia 56 tahun ini mengaku pernah mengalami krisis kesehatan serius karena memaksakan diri bekerja tanpa jeda.
Pengakuan ini disampaikan J.Lo saat menjadi bintang tamu dalam episode terbaru podcast 'SmartLess' pada hari Senin (15/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menceritakan bagaimana ia tidak menyadari batas kemampuan tubuhnya sendiri saat itu.
Kondisi kritis tersebut terjadi setelah ia menjalani periode bekerja selama 98 hari berturut-turut tanpa mengambil satu hari pun untuk beristirahat. Akibat kelelahan ekstrem, ia akhirnya harus dilarikan ke fasilitas medis karena mengalami gejala yang sangat mengkhawatirkan.
J.Lo menjelaskan bahwa masa kritis itu terjadi ketika ia sedang sibuk menyelesaikan beberapa proyek besar secara simultan. "Saat syuting film 'Enough', sepertinya saya baru saja menyelesaikan sekitar empat film berturut-turut. Saya juga sedang mengerjakan album kedua, album J.Lo yang saat itu sangat sukses," ujarnya, dilansir Page Six.
Wanita yang juga seorang produser ini memaparkan bahwa jadwalnya sangat padat; siang hari dihabiskan untuk syuting film, malamnya ia harus berada di studio untuk rekaman musik. Sementara itu, akhir pekan sering kali dipenuhi dengan kegiatan promosi dan pengambilan gambar video musik.
Kelelahan yang menumpuk akhirnya mencapai titik puncak saat ia berada di lokasi pengambilan gambar film 'Enough' pada tahun 2002. Saat itu, ia mulai merasakan gejala fisik yang tidak biasa dan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
"Setiap kali berjalan menuju lokasi syuting, jantung saya mulai berdebar-debar. Rasanya semakin lama semakin kuat," kenangnya. Ia menambahkan bahwa rasa cemas itu perlahan berubah menjadi ketakutan yang lebih besar.
"Lalu akhirnya saya sampai pada titik di mana saya berpikir, 'Saya benar-benar merasa sangat gugup,'" tutur J.Lo mengenai kondisi mental dan fisiknya saat itu.
Ia sempat menginformasikan rekan kerjanya mengenai kondisi tidak fitnya akibat kelelahan yang luar biasa. Tak lama setelah itu, kondisinya memburuk drastis hingga ia kehilangan fungsi penglihatan sementara.