JAKARTAHYPE.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berhasil menuntaskan pembersihan tumpukan sampah yang sempat membentuk fenomena "pulau sampah" di kawasan pesisir Muara Angke, Jakarta Utara. Upaya masif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan wilayah pesisir ibu kota.

Meskipun pembersihan fisik telah selesai dilakukan, pekerjaan penanganan sampah di lokasi tersebut belum dapat dikatakan tuntas sepenuhnya. Persoalan utama yang kini dihadapi adalah kontinuitas kedatangan sampah baru yang terbawa arus dari wilayah hulu.

Hal ini menjadi fokus utama dalam evaluasi pasca-pembersihan yang dilakukan oleh jajaran Pemprov DKI Jakarta. Kedatangan sampah susulan ini secara signifikan menghambat upaya pemulihan lingkungan jangka panjang di area Muara Angke.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menjadi juru bicara yang menyoroti tantangan terbesar ini. Ia mengidentifikasi sumber masalah utama yang masih harus dihadapi oleh petugas kebersihan di lapangan.

Menurut Afan, tantangan terbesar dalam upaya penanganan kawasan Muara Angke secara berkelanjutan adalah volume sampah yang terus menerus berdatangan. Hal ini menunjukkan adanya masalah hulu yang perlu ditangani bersama.

"Tantangan terbesarnya yang pasti adalah sampah yang selalu hadir. Selalu datang dari arah hulu," kata Afan Adriansyah Idris saat memberikan konfirmasi pada hari Sabtu, 6 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Afan kepada awak media dalam rangka memberikan pembaruan mengenai situasi terkini di lokasi pembersihan sampah tersebut. Dilansir dari detikNews, fokus kini beralih pada mitigasi sampah kiriman.

Kondisi ini menegaskan bahwa penanganan sampah di Jakarta memerlukan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada titik akhir (hilir) seperti Muara Angke, tetapi juga pengendalian pencemaran di sumbernya (hulu).

Pembersihan yang telah dilakukan menunjukkan keberhasilan penanganan darurat, namun keberlanjutan kebersihan sangat bergantung pada upaya kolaboratif antarwilayah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke sungai.