JAKARTAHYPE.COM - Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan target waktu satu bulan bagi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran program prioritas pemerintah tersebut.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini mencakup sekitar 62,7 juta jiwa. Namun, angka tersebut diperkirakan akan mengalami penyesuaian setelah proses kajian ulang yang komprehensif selesai dilaksanakan oleh BGN.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa gambaran awal mengenai jumlah penerima manfaat sudah mulai terbentuk. Ia mengindikasikan adanya potensi penurunan dari angka 62,7 juta penerima yang terdaftar saat ini.
"Bahwa angkanya sekarang sih sebenarnya sudah ada gambarannya, kita akan turun dari itulah (62,7 juta)," ujar Agustina Arumsari dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Pusat.
Agustina menambahkan bahwa angka final mengenai jumlah penerima manfaat yang sesungguhnya baru akan diumumkan setelah seluruh proses evaluasi selesai dan data dinyatakan final. Hal ini menunjukkan adanya kehati-hatian dalam memastikan akurasi data sebelum pengumuman resmi.
"Tapi, angka finalnya nanti tunggu saja ya, sampai benar-benar final lah," tambahnya, menekankan bahwa penetapan angka akhir memerlukan proses validasi yang cermat.
Konferensi pers yang menjadi sumber informasi ini diselenggarakan pada hari Selasa, 21 Juli 2026, di Jakarta Pusat. Lokasi ini menjadi saksi bisu dari pengumuman penting terkait kebijakan gizi nasional ini.
Tujuan utama dari peninjauan ulang ini adalah untuk memastikan bahwa bantuan program Makan Bergizi Gratis benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, sekaligus mengoptimalkan alokasi anggaran negara.
Proses penyisiran ulang ini diharapkan dapat menghasilkan data penerima manfaat yang lebih akurat dan efisien, sehingga program MBG dapat memberikan dampak yang lebih maksimal bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.