JAKARTAHYPE.COM - Proyek revitalisasi sejumlah bangunan bersejarah di lingkungan Keraton Solo dijadwalkan akan segera dimulai pada pekan ini. Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk pelestarian cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi Kota Surakarta.
Yang menjadi fokus utama dalam revitalisasi ini adalah pemulihan dan perbaikan pada 13 titik bangunan yang tersebar di kompleks keraton. Cakupan pekerjaan meliputi area penting mulai dari Bangsal Pradonggo Kidul hingga fasilitas Museum Keraton Solo.
Menurut pantauan, proses revitalisasi ini secara resmi akan dimulai pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Tahap awal pengerjaan akan difokuskan secara khusus pada area museum keraton yang dinilai paling membutuhkan perhatian mendesak.
"Ini yang kita upayakan dulu karena sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi," ujar SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi. Pernyataan ini menekankan urgensi dari perbaikan yang akan dilakukan.
Beliau melanjutkan, "Ya ini mengupayakan dulu yang atas supaya tidak menjadi beban. Ini mulai dikerjakan di awal-awal dulu." Hal ini menunjukkan adanya prioritas pada perbaikan struktur atau bagian atas bangunan yang berisiko menimbulkan masalah lebih lanjut.
SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi juga menjelaskan rencana selanjutnya, "Nanti setelah itu kerja sama dengan BPK mulai melanjutkan untuk mengerjakannya secara maksimal." Kolaborasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diharapkan dapat memastikan pengerjaan revitalisasi berjalan efektif dan sesuai standar.
Informasi ini disampaikan langsung oleh SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi saat ditemui di kawasan Keraton Solo pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Keterangan tersebut kemudian dikutip dari detikJateng.
Revitalisasi ini menjadi momen krusial untuk menjaga keaslian dan kelestarian warisan budaya Keraton Solo. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelestarian sejarah dan juga potensi pariwisata di masa mendatang.
Diharapkan dengan dimulainya proyek ini, bangunan-bangunan bersejarah di Keraton Solo dapat kembali megah dan aman untuk dikunjungi serta dipelajari oleh generasi mendatang.