JAKARTAHYPE.COM - Keju merupakan produk olahan susu yang sangat populer dan tersedia dalam spektrum warna yang sangat beragam di pasaran. Variasi warna ini mulai dari tampilan yang putih pucat, kuning muda, hingga mencapai oranye yang cukup terang.
Fenomena perbedaan warna ini seringkali memicu persepsi di kalangan konsumen mengenai kualitas produk yang mereka konsumsi. Banyak orang secara intuitif meyakini bahwa keju dengan rona kuning atau oranye yang lebih pekat memiliki mutu yang lebih tinggi dibandingkan dengan keju yang berwarna putih.
Namun, anggapan umum ini perlu ditinjau kembali berdasarkan data ilmiah mengenai proses produksi keju. Sejumlah penelitian mendalam telah dilakukan untuk mengidentifikasi elemen-elemen apa saja yang sesungguhnya berperan dalam menentukan corak akhir dari keju.
Faktanya, warna yang tampak pada keju tidak selalu menjadi cerminan langsung dari kualitas keseluruhan atau kandungan gizinya. Ada beberapa variabel eksternal dan internal yang jauh lebih signifikan dalam membentuk warna akhir keju yang kita lihat.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi warna keju adalah kandungan alami beta-karoten yang terdapat dalam susu yang digunakan. Beta-karoten adalah pigmen yang diperoleh sapi dari pakan hijauan yang mereka konsumsi sebelum proses pemerasan susu.
Selain itu, jenis pakan yang diberikan kepada ternak juga memiliki dampak besar terhadap warna susu dan, secara otomatis, warna keju yang dihasilkan. Sapi yang mengonsumsi rumput segar cenderung menghasilkan susu dengan warna yang lebih kuning.
Proses produksi keju juga melibatkan faktor lain, yaitu penggunaan pewarna alami yang ditambahkan selama tahap pengolahan. Penambahan pewarna ini sering dilakukan untuk mencapai konsistensi warna yang diinginkan oleh produsen atau sesuai standar pasar tertentu.
Oleh karena itu, perlu dipertanyakan kembali validitas anggapan bahwa warna keju dapat digunakan sebagai satu-satunya patokan utama untuk menilai seberapa bernutrisi keju tersebut. Konsumen disarankan untuk melihat informasi nutrisi yang tertera pada label.
Dilansir dari berbagai sumber ilmiah, "Sejumlah penelitian menunjukkan warna keju dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kandungan beta-karoten dalam susu, jenis pakan ternak, hingga penggunaan pewarna alami dalam proses produksinya."