JAKARTAHYPE.COM - Kebiasaan mendengkur saat tidur, yang sering dianggap remeh oleh banyak orang, ternyata menyimpan potensi bahaya kesehatan yang signifikan. Kondisi ini, terutama jika disertai dengan jeda pernapasan berulang, bisa menjadi indikasi adanya gangguan tidur bernama sleep apnea.

Gangguan tidur sleep apnea merupakan kondisi serius yang tidak boleh diabaikan. Ahli kesehatan tidur, dr. Andreas Prasadja, RPSGT, menegaskan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan seseorang mengalami henti napas saat terlelap.

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, sleep apnea yang dibiarkan dapat berujung pada kondisi yang fatal, bahkan kematian. "Makannya dibilang sleep apnea ini sebagai silent killer," ujar dr. Andreas.

Menurut dr. Andreas, identifikasi penyebab pasti sleep apnea terkadang cukup kompleks. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Asia, termasuk Indonesia, memiliki karakteristik fisik seperti rahang yang sempit dan leher yang pendek, yang berpotensi mempengaruhi saluran napas.

Namun, faktor gaya hidup yang kurang sehat juga memegang peranan penting dalam memperburuk kondisi ini. Kebiasaan seperti obesitas, penambahan usia, serta merokok dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran napas.

"Obesitas, tambah usia, kemudian merokok kan bikin panas kebakar saluran napasnya jadi makin bengkak, saraf di sini (leher) rusak, sehingga saluran napasnya ini lembek atau lunak. Jadi ketika tidur rileks, dia nutup," jelas dr. Andreas.

Dibandingkan dengan individu dari benua lain yang umumnya memiliki rahang lebih lebar, dr. Andreas menekankan bahwa obesitas seringkali menjadi faktor utama penyebab sleep apnea di kalangan masyarakat Asia.

"Kalau buat kita belum tentu loh. Nah, sedihnya lagi, orang banyak tahunya 'waduh ini ngorok nih', jangan-jangan gara-gara gemuk. Jadi bangun pagi, subuh dia lari," ungkapnya mengenai persepsi umum masyarakat.

Padahal, upaya penurunan berat badan tanpa pemahaman yang tepat mengenai sleep apnea bisa jadi tidak efektif. Aktivitas fisik yang berlebihan di pagi hari tanpa penanganan akar masalahnya justru bisa membebani jantung.