JAKARTAHYPE.COM - Fenomena menarik teramati di kalangan wisatawan asal Australia yang sedang menikmati liburan mereka di Pulau Dewata, Bali. Para pecinta kafein ini menunjukkan preferensi yang cukup spesifik saat memesan minuman di berbagai kafe lokal.

Mereka cenderung memilih espresso sebagai basis minuman kopi mereka, dibandingkan dengan kopi seduh tradisional lainnya yang mungkin lebih umum ditemukan. Preferensi ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan memiliki akar historis yang mendalam dalam perkembangan budaya minum kopi di Australia.

Asal mula budaya minum kopi yang kuat di Australia dapat ditelusuri kembali ke periode setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua. Momen penting ini menjadi titik balik dalam peta kuliner negara tersebut.

Faktor utama yang mendorong perubahan ini adalah gelombang imigrasi yang terjadi saat itu. Imigran yang datang membawa serta tradisi dan peralatan kopi dari negara asal mereka.

Secara spesifik, imigran asal Italia disebut sebagai pembawa utama mesin kopi berteknologi espresso ke kota-kota besar Australia seperti Melbourne dan Sydney. Inilah awal mula pengenalan metode penyeduhan yang intens ini.

Gaya penyeduhan espresso dengan cepat mendapatkan tempat di hati masyarakat Australia dan berhasil populer secara luas. Metode ini kemudian bertransformasi menjadi tren penyeduhan utama yang masih bertahan hingga saat ini di sana.

Akibatnya, orang-orang Australia sangat menyukai kesederhanaan dari minuman kopi yang berakar kuat pada espresso. Minuman seperti flat white dan long black menjadi favorit tanpa memerlukan tambahan pemanis atau perasa lain.

"Turis Australia pecinta kafein yang liburan ke Bali, ternyata lebih suka minum espresso daripada kopi biasa," demikian temuan yang mengamati pola konsumsi di destinasi wisata populer tersebut. Dikutip dari sumber informasi yang mengulas kebiasaan turis.

Lebih lanjut dijelaskan mengenai latar belakang budaya tersebut, "Rupanya hal ini berkaitan dengan sejarah kopi di Australia, yang mulai budaya ngopi setelah Perang Dunia Kedua." Dikutip dari sumber informasi yang mengulas kebiasaan turis.