JAKARTAHYPE.COM - Di tengah maraknya tren gaya hidup sehat, aktivitas kebugaran seperti Yoga dan Pilates menjadi pilihan utama masyarakat urban saat ini. Meskipun keduanya tampak serupa karena sama-sama menuntut konsentrasi tinggi dan melatih keselarasan tubuh, kedua disiplin ini sebenarnya memiliki orientasi dan tujuan akhir yang sangat berbeda.
Perbedaan mendasar ini sangat krusial bagi calon praktisi agar dapat memilih jenis latihan yang paling sesuai dengan kebutuhan fisik dan target kebugaran personal mereka. Memahami hal ini akan membantu memaksimalkan manfaat yang diperoleh, baik dari sisi fisik maupun mental.
Hal ini diungkapkan oleh Annabella Yoshepine, seorang instruktur profesional tersertifikasi STOTT PILATES® yang akrab disapa Coach Bella, saat ditemui dalam sesi Media Experience di Vaura Pilates Menteng. Coach Bella menjelaskan bahwa perbedaan inti terletak pada mekanisme dan fokus utama dari masing-masing latihan.
"Yoga umumnya lebih menekankan pada aspek pernapasan, fleksibilitas, keseimbangan, mindfulness, serta transisi atau aliran (flow) yang harmonis," ujar Coach Bella. Fokus pada aspek mental dan kelenturan menjadi ciri khas utama dari praktik Yoga.
Sementara itu, Coach Bella menambahkan mengenai fokus disiplin lainnya, "Sebaliknya, pilates berfokus pada penjajaran tubuh (alignment), stabilitas, kontrol penuh, serta tingkat presisi yang tinggi dalam setiap repetisi gerakan." Pilates lebih mengutamakan kontrol gerakan yang sangat terukur.
Lebih lanjut mengenai Yoga, aktivitas yang berasal dari India ini bertujuan membangun harmoni melalui penyatuan elemen fisik dan mental. Praktiknya bertumpu pada Asana, yaitu serangkaian postur fisik yang dirancang untuk meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas sendi, dan memperbaiki postur tubuh secara keseluruhan.
Komponen fisik dalam Yoga kemudian disempurnakan melalui Pranayama, yakni teknik pernapasan mendalam yang berfungsi sebagai kunci utama untuk mengelola energi dan mencapai ketenangan batin. Keseimbangan antara postur dan napas adalah inti dari filosofi Yoga.
Di sisi lain, karakteristik Pilates tidak semata-mata berfokus pada pembentukan area perut saja, meskipun sering kali diasosiasikan demikian. Pilates merupakan bentuk pengondisian tubuh yang komprehensif dan menyeluruh.
Latihan Pilates secara intensif menargetkan penguatan otot inti bagian dalam atau deep core, bokong, pinggul, punggung, serta jaringan otot krusial lainnya yang menopang postur tubuh. Hal ini dilakukan dengan mengedepankan kesadaran tubuh (body awareness) dan keseimbangan otot (muscular balance).