JAKARTAHYPE.COM - Sebuah video yang beredar belakangan ini menimbulkan kekhawatiran publik dengan klaim adanya 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo yang terpapar HIV-AIDS. Informasi tersebut secara spesifik menyebutkan dominasi kasus pada kalangan pelajar, yang sontak menjadi sorotan luas di berbagai platform digital.

Menanggapi isu yang berkembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo segera memberikan klarifikasi. Pihaknya menegaskan bahwa angka yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki oleh Dinkes.

Perbedaan metode pencatatan antara Dinkes dan Yayasan Delta Crisis Center (DCC) disebut menjadi salah satu faktor utama munculnya disparitas angka yang kemudian menjadi perbincangan publik.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun turut memberikan perhatian terhadap kasus ini. Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melakukan supervisi program HIV di Sidoarjo sebagai respons atas tingginya perhatian masyarakat.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap data yang beredar, termasuk melalui kunjungan ke Delta Crisis Center (DCC) sebagai salah satu sumber data yang menjadi rujukan dalam pemberitaan tersebut," terang pihak Kemenkes.

"Sejak tahun 2001 hingga Juni 2026, telah ditemukan 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0-24 tahun di Sidoarjo," ujar perwakilan Kemenkes. Pihaknya menambahkan bahwa peningkatan jumlah kasus yang ditemukan dari tahun ke tahun seiring dengan semakin luasnya cakupan layanan tes HIV.

"Peningkatan angka penemuan kasus tidak dapat dimaknai secara langsung sebagai peningkatan penularan, melainkan juga mencerminkan semakin efektifnya upaya deteksi dini yang dilakukan pemerintah bersama berbagai mitra," jelas perwakilan Kemenkes.

Dari total 1.183 Orang dengan HIV (ODHIV) yang ditemukan sejak tahun 2001, data menunjukkan 100 persen penularan vertikal (dari ibu ke anak) pada satu kategori, sementara 56 kasus lainnya berasal dari penularan horizontal melalui berbagai jalur.

Menariknya, pada kategori lain, dominasi penularan justru terjadi secara horizontal dengan 1.005 kasus. Populasi temuan terbanyak pada kategori ini adalah Lelaki Seks Lelaki (LSL) sebanyak 521 kasus, diikuti oleh yang belum teridentifikasi sebanyak 210 kasus, ibu hamil 60 kasus, dan pasien TB 44 kasus.