JAKARTAHYPE.COM - Kisah miris datang dari Ellie Weight, seorang wanita muda asal Skotlandia, yang kini harus hidup dengan konsekuensi serius akibat kecanduan obat bius ketamine yang dimulai dari sekadar coba-coba. Perjalanan kecanduan selama lima tahun telah menyebabkan kerusakan permanen pada saluran kemihnya, memaksa Ellie menjalani prosedur medis rutin.
Ellie mulai mengonsumsi ketamine pada usia 18 tahun karena obat tersebut populer di kalangan pertemanannya saat itu. Ia mengungkapkan bahwa penggunaan obat tersebut awalnya dianggap sebagai bagian dari tren yang dianggap keren di lingkungannya.
"Semua orang melakukannya dan itu dianggap keren. Ada sensasi tersendiri saat melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan," ujar Ellie, sebagaimana dilansir People.
Apa yang dimulai sebagai eksperimen di rumah teman dengan cepat berkembang menjadi ketergantungan yang berat bagi Ellie, yang kini berusia 23 tahun. Ia menjelaskan bahwa semakin banyak ia membeli, harga per unit obat tersebut semakin murah.
Selama lima tahun ketergantungannya pada ketamine, Ellie memperkirakan telah menghabiskan dana fantastis, setara dengan lebih dari US$46 ribu atau sekitar Rp 750 jutaan, untuk membeli obat terlarang tersebut.
Ketamine, yang dikenal sebagai obat anestesi dan sering disalahgunakan sebagai narkotika rekreasional dengan julukan 'Special K', memiliki potensi bahaya serius jika digunakan jangka panjang tanpa pengawasan medis. Badan Narkotika AS (DEA) mengklasifikasikannya sebagai anestesi disosiatif yang dapat memicu efek halusinasi.
Ellie mulai menyadari dampak buruk obat tersebut setelah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami infeksi ginjal, meskipun sebelumnya ia mengira hanya menderita infeksi saluran kemih berulang. Kondisi yang dialaminya sangat menyakitkan, termasuk sering buang air kecil disertai darah dan lendir dari kandung kemihnya.
"Aku sering pipis berdarah dan mengeluarkan lendir dari kandung kemih. Rasanya sangat menyakitkan," ungkap Ellie. Rasa sakitnya begitu parah hingga ia kesulitan untuk mencapai toilet tepat waktu karena nyeri yang tak tertahankan saat bergerak.
"Berjalan terasa seperti ditusuk dan ditembak. Sulit menjelaskan seberapa intens rasa sakitnya," tambahnya. Ironisnya, Ellie mengakui bahwa penggunaan ketamine kembali adalah satu-satunya hal yang sempat meredakan rasa sakit ekstrem yang ia rasakan saat itu.