JAKARTAHYPE.COM - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air dengan berpulangnya komedian Simson Rarameha Ngadang, yang akrab disapa Temon. Beliau mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 12 Juli 2020, pukul 08.42 WIB, akibat serangan jantung.
Kepergian mendadak Temon menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk putri kelimanya, Rambu. Ia mengungkapkan bahwa ayahnya merupakan sosok yang tegar dan jarang menunjukkan rasa sakit yang dideritanya.
"Kadang sih dengernya ditahan sih. Jadi yang sering ngurus Papa kan ada kakak sama abang kan. Jadi saya kurang tahu detailnya kayak gimana, cuma sering dikabarin update-annya saja gimana, terus sering nanya kabar gitu," ujar Rambu di rumah duka kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2020).
Menurut Rambu, sang ayah memiliki kebiasaan memendam rasa sakit dan tidak pernah mengeluh mengenai kondisinya, bahkan di hadapan orang terdekat sekalipun.
"Kalau ngeluh ke saya sih enggak. Kayak di depan saya kayak ya sudah kuat gitu," lanjut Rambu.
"Enggak, Papa tuh enggak pernah ngeluh kalau sakit. Sering dipendam," tuturnya lebih lanjut.
Kondisi hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Kondisi ini seringkali dijuluki sebagai 'silent killer' karena gejalanya seringkali tidak terasa atau disadari oleh penderitanya.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), seseorang didiagnosis menderita hipertensi apabila hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan angka sistol (angka pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau angka diastol (angka kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari satu kali pengukuran.
Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik dapat memberikan dampak serius pada fungsi jantung serta organ vital lainnya seperti ginjal dan otak. Kerusakan organ-organ ini seringkali terjadi secara perlahan dan tanpa disadari.