JAKARTAHYPE.COM - Piala Dunia 2026 menjadi arena panas bagi dua raksasa perlengkapan olahraga dunia, Nike dan adidas. Persaingan mereka tidak hanya terlihat dari dukungan terhadap tim nasional yang berlaga, tetapi juga merambah ke pasar global dalam penjualan produk-produk sepak bola.
Saat turnamen memasuki fase krusial, analisis pasar menunjukkan dominasi Nike dalam aspek pemasaran, sementara adidas unggul dalam perolehan penjualan, terutama untuk kategori jersey tim nasional. Euforia ajang sepak bola terbesar dunia ini memberikan dampak positif bagi ketiga merek besar, yaitu adidas, Nike, dan Puma, namun pertumbuhan penjualan adidas tercatat signifikan melampaui kedua pesaingnya.
Drake MacFarlane, seorang analis dari M Science, memantau tren penjualan ini melalui data transaksi anonim dari kartu kredit, kartu debit, dan rekening bank. Pengamatan ini mencakup penjualan langsung ke konsumen (direct-to-consumer) maupun melalui jaringan ritel.
"Pertumbuhan apparel adidas jauh lebih kuat selama periode Piala Dunia," kata MacFarlane, mengindikasikan bahwa lonjakan penjualan adidas dalam beberapa pekan terakhir didorong oleh kategori pakaian, khususnya jersey sepak bola. Ia menambahkan, "Setelah turnamen berakhir, kategori sepatu kemungkinan akan kembali menjadi fokus utama."
Upaya Nike untuk memperkuat eksistensinya di kancah sepak bola global memang berbuah manis pada penjualan pakaian olahraga. Namun, dampak positif tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat performa kategori alas kaki mereka.
Di sisi lain, Nike mencatat tren penjualan positif pada awal Juni, terutama di pasar Amerika Serikat, salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026. Pertumbuhan penjualan pakaian berhasil mengimbangi performa kategori sepatu yang masih beragam.
"Dampak Piala Dunia terhadap penjualan Nike masih lebih terkonsentrasi di pasar AS," jelas MacFarlane mengenai temuan M Science. Data menunjukkan adidas mendominasi penjualan jersey tim nasional selama tiga pekan pertama Juni, menguasai sekitar 58 persen pangsa pasar, jauh di atas Nike yang berada di angka 36 persen dan Puma 6 persen.
Selain di Amerika Serikat, adidas juga menunjukkan pertumbuhan penjualan yang solid di pasar Eropa, berdasarkan data transaksi digital yang dipantau M Science. Puma pun turut merasakan manfaat dari gelaran akbar ini, meskipun dalam skala yang lebih kecil, dengan peningkatan penjualan yang lebih banyak terjadi di pasar AS.
Cristina Fernández, analis dari Telsey Advisory Group (TAG), mengamini temuan ini melalui pemantauan langsung di gerai ritel. Ia mengamati bahwa adidas, yang baru-baru ini membuka toko terbesarnya di Indonesia, menawarkan koleksi Piala Dunia yang sangat lengkap, meliputi bola, sepatu, aksesori, hingga jersey.