JAKARTAHYPE.COM - Sebuah penemuan ilmiah terbaru menyoroti pentingnya durasi spesifik dalam aktivitas jalan kaki untuk meraih manfaat kesehatan optimal. Berbeda dengan persepsi umum yang menganggap frekuensi singkat sudah memadai, riset ini menunjukkan adanya durasi ideal yang perlu diperhatikan.

Studi yang dipublikasikan baru-baru ini menyarankan bahwa meluangkan waktu 10 hingga 15 menit secara khusus untuk sesi jalan kaki tunggal dapat memberikan dampak signifikan. Manfaatnya tidak hanya terasa pada kesehatan jantung, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan harapan hidup.

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa intensitas dan durasi jalan kaki memiliki korelasi langsung dengan efektivitasnya bagi tubuh. Jalan kaki yang lebih lama dalam satu waktu dinilai lebih ampuh dalam memberikan stimulus positif bagi sistem kardiovaskular.

Prof. Borja del Pozo Cruz, PhD, yang merupakan otoritas riset sekaligus penulis utama studi ini, memberikan peringatan penting. Ia menekankan bahwa kebiasaan jalan kaki yang dilakukan tanpa memperhatikan durasi yang tepat berpotensi kurang memberikan dampak yang diharapkan.

"Kebiasaan jalan kaki yang asal-asalan kurang memberikan dampak optimal, terutama bagi mereka yang kesehariannya kurang aktif alias kaum mager," ujar Prof. Borja del Pozo Cruz, PhD.

Prof. Cruz menjelaskan lebih lanjut bahwa aktivitas fisik yang terfragmentasi dalam durasi sangat singkat mungkin tidak cukup untuk mendorong perubahan fisiologis yang substansial dalam tubuh. Hal ini menjadi krusial bagi individu yang memiliki gaya hidup cenderung sedentari.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Universidad Europea de Madrid, Spanyol. Lokasi riset ini menunjukkan adanya kolaborasi internasional dalam menggali pemahaman baru mengenai pentingnya aktivitas fisik.

Meskipun tidak disebutkan tanggal spesifik publikasi studi, temuan ini memberikan panduan baru bagi masyarakat luas. Informasi ini diharapkan dapat mendorong orang untuk lebih memperhatikan kualitas dan durasi aktivitas jalan kaki mereka demi kesehatan jangka panjang.

Dikutip dari studi tersebut, durasi 10 hingga 15 menit dalam satu sesi jalan kaki dianggap sebagai titik optimal. Waktu ini cukup untuk memicu respons positif pada jantung dan organ vital lainnya, tanpa memberatkan bagi pemula sekalipun.