JAKARTAHYPE.COM - Perkembangan terbaru dalam isu hubungan antara tokoh teknologi global dengan terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, pendiri Microsoft, Bill Gates, secara terbuka menyampaikan penyesalannya terkait interaksi yang pernah terjalin di masa lalu.
Pengakuan mengejutkan ini disampaikan oleh Gates dalam sebuah agenda resmi yang berlangsung tertutup di Amerika Serikat. Momen ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu figur paling berpengaruh di dunia teknologi.
Peristiwa penting ini terjadi pada hari Rabu, tepatnya tanggal 10 Juni, di mana Bill Gates hadir memberikan keterangan. Lokasi kehadiran Gates adalah di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat.
Dalam kapasitasnya sebagai saksi, Gates memberikan klarifikasi mendetail mengenai sifat dan ruang lingkup hubungannya dengan mendiang Epstein. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses pengawasan yang sedang berlangsung di badan legislatif AS tersebut.
Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, Gates menegaskan bahwa ia tidak pernah menyaksikan adanya indikasi tindakan kriminal yang dilakukan oleh Epstein selama interaksi mereka. Pernyataan ini ia sampaikan sebagai bagian dari pembelaan atas hubungannya tersebut.
Keterangan resmi mengenai kesaksiannya juga diunggah secara daring oleh pihak Gates. Hal ini bertujuan untuk memberikan transparansi publik setelah pertemuan tertutup dengan anggota kongres tersebut.
Terkait konteks pengakuan tersebut, Gates secara spesifik menyatakan penyesalannya yang mendalam atas keputusannya menjalin hubungan dengan terpidana predator seks tersebut. "Saya menyesal mendalam atas keputusan saya menjalin hubungan dengan terpidana predator seks, Jeffrey Epstein," ujar Bill Gates.
Pernyataan pembuka yang diunggah secara daring tersebut menjadi penekanan utama Gates dalam kesaksiannya di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintahan DPR AS. Kesaksian ini menjadi titik balik dalam narasi publik mengenai interaksi Gates dengan Epstein.