JAKARTAHYPE.COM - Proses perceraian yang melibatkan selebgram Wardatina Mawa dan suaminya, Insanul Fahmi, kini telah memasuki tahap akhir persidangan. Proses hukum ini disidangkan secara resmi di Pengadilan Agama Medan, menandai penutup babak penting dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Saat ini, persidangan telah rampung melaksanakan agenda penting, yaitu pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari kedua belah pihak yang mengajukan gugatan. Tahap ini merupakan salah satu rangkaian prosedur standar sebelum hakim memutuskan perkara tersebut.
Wardatina Mawa menyampaikan bahwa seluruh tahapan persidangan yang telah berlangsung berjalan dengan lancar sesuai prosedur. Kini, ia hanya menanti momen krusial ketika hakim mengetuk palu untuk menetapkan status hukum final atas pernikahannya.
Rahasia Panjang Umur dan Ceria Mpok Atiek di Usia Senja: Jaga Hati Bebas Iri dan Dengki
Salah satu aspek menarik menjelang putusan adalah rencana Wardatina Mawa untuk menunaikan sebuah nazar pribadi. Nazar tersebut berkaitan dengan busana yang akan ia kenakan pada hari sidang pembacaan putusan nanti.
Nazar Wardatina Mawa adalah mengenakan pakaian yang didominasi warna serba putih pada sidang putusan tersebut. Keputusan pemilihan warna putih ini membawa makna simbolis yang mendalam baginya.
Warna putih dipilih karena merepresentasikan perjalanan cintanya yang dia anggap telah dimulai dengan kesucian. Oleh karena itu, ia ingin mengakhirinya dengan ketulusan yang serupa di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
"Oh nazar baju? Iya karena ya sesuai kan, jadi sad ending ke penutup. Dan awal (pernikahan) pakai baju putih dan akhir penutup pakai baju yang sama juga. Warnanya saja sih, kalau model pakaiannya atau gaunnya bedalah pastinya, warnanya saja warna putih," kata Wardatina Mawa saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/6/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wardatina Mawa ketika ia ditemui oleh awak media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Hal ini menunjukkan kesiapan emosionalnya menghadapi putusan akhir.
Dilansir dari media, rencana nazar busana putih ini menjadi sorotan publik sebagai penanda penutupan sebuah babak kehidupan. Mawa menegaskan bahwa fokusnya adalah pada warna, bukan pada desain pakaian yang akan dikenakan.