JAKARTAHYPE.COM - Komedian senior Mpok Atiek saat ini telah menginjak usia 70 tahun, namun ia tetap menunjukkan kondisi fisik yang bugar dan semangat yang ceria. Kebugaran yang ia miliki ini bukan semata-mata hasil rutinitas fisik, melainkan juga dipengaruhi oleh kondisi mental dan batinnya.
Pemilik nama lengkap Atiek Riwayati ini mengungkapkan bahwa menjaga kesehatan fisik yang prima sangat berkaitan erat dengan pola pikir serta kondisi hati yang tenang. Menurutnya, kesehatan sejati dimulai dari dalam diri, bukan hanya aktivitas luar semata.
Ia meyakini bahwa menjaga kesehatan tidak hanya terbatas pada aktivitas fisik seperti olahraga jalan kaki atau pengaturan pola makan yang ketat. Lebih dari itu, aspek krusial adalah menjaga kebersihan hati dari berbagai penyakit mental yang menggerogoti jiwa.
Mpok Atiek berpandangan bahwa permasalahan kesehatan sering kali berakar dari beban pikiran yang tidak mampu dikendalikan dengan baik oleh seseorang. Selain itu, perasaan negatif terhadap orang lain juga turut berkontribusi pada munculnya penyakit.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, Mpok Atiek memaparkan prioritas utama dalam menjaga kesehatannya. "Pikiran. Ya, nomor satu karena kesehatan itu semua datangnya dari pikiran. Sama hati, harus diatur," kata Mpok Atiek.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mpok Atiek saat ia ditemui oleh awak media di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 28 Juni 2026. Momen ini menjadi kesempatan baginya berbagi pandangan hidup.
Salah satu kunci kebahagiaan yang ia anut adalah menjauhi sifat iri hati dan dengki terhadap pencapaian orang lain. Selain itu, ia juga menyarankan untuk berinisiatif dalam menyelesaikan konflik dengan meminta maaf terlebih dahulu.
Hal ini menunjukkan filosofi hidup Mpok Atiek yang mengutamakan kedamaian batin sebagai fondasi utama bagi kesehatan fisik yang prima di usia senja. Ia menekankan pentingnya kesadaran diri dan pengelolaan emosi yang baik.
Dikutip dari sebuah media, Mpok Atiek secara implisit mengajarkan bahwa dalam menghadapi usia lanjut, menjaga hati tetap lapang jauh lebih penting daripada sekadar menjaga bentuk tubuh. Ia konsisten mempraktikkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-harinya.