JAKARTAHYPE.COM - Aktor Aiman Ricky baru-baru ini menyelesaikan sebuah tugas yang sangat berbeda dari rutinitasnya di dunia hiburan, yaitu menjadi petugas pendamping jemaah haji di Tanah Suci. Pengalaman spiritual ini menawarkan perubahan drastis dari kehidupan sehari-hari yang penuh fasilitas dan kemudahan dalam industri hiburan.

Tugas pendampingan haji ini menjadi babak baru dalam perjalanan hidup Aiman Ricky, menuntut adaptasi total terhadap tuntutan pelayanan yang mengutamakan kebutuhan orang lain. Ia harus meninggalkan zona nyamannya untuk melayani ratusan jamaah di lingkungan yang sangat berbeda dari studio atau lokasi syuting.

Selama masa baktinya tersebut, Aiman Ricky menyatakan bahwa ia memperoleh banyak sekali pelajaran hidup yang sangat berharga, khususnya mengenai pentingnya kesabaran dalam menghadapi berbagai situasi. Ia menyadari bahwa kesabaran adalah modal utama dalam menjalankan tanggung jawab besar ini.

Perannya melibatkan tanggung jawab untuk mendampingi sekitar 800 jemaah, sebuah skala yang menunjukkan betapa kompleks dan menantangnya tugas yang ia emban. Meskipun demikian, Aiman Ricky mengaku sangat menikmati keseluruhan proses yang terjadi di lapangan.

Ia menceritakan pengalamannya tersebut saat diwawancarai oleh awak media di Studio Trans TV, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 15 Juni 2026. Momen ini menjadi kesempatan baginya untuk membagikan refleksi perjalanannya.

"Pengalamannya tentunya menyenangkan ya, dan itu pengalaman pertama tapi sangat berkesan buat aku dan enjoy pelaksanaannya walaupun ya pastinya ada banyak tantangannya tapi ya menikmati sih," kata Aiman Ricky saat ditemui detikcom.

Menjadi pendamping haji mengharuskannya untuk lebih telaten dalam menangani setiap kebutuhan jemaah, mulai dari logistik hingga bimbingan spiritual di tengah keramaian ibadah. Hal ini menjadi kontras nyata dengan peran yang biasa ia mainkan di depan kamera.

Pelaksanaan tugas ini, meskipun penuh rintangan, diakhiri dengan rasa syukur karena ia berhasil menyelesaikan amanah tersebut dengan baik. Kesabaran dan ketelatenan menjadi bekal utama yang ia bawa pulang dari Tanah Suci.

Dilansir dari detikcom, pengalaman ini menegaskan bahwa pelayanan di Tanah Suci memberikan kedewasaan spiritual yang tak ternilai harganya bagi siapa pun yang menjalankannya.