JAKARTAHYPE.COM - Sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa terus menggali berbagai fakta baru yang mengejutkan publik dalam beberapa pekan terakhir.
Agenda sidang tidak hanya terbatas pada sorotan dugaan penyimpangan pengadaan seragam sekolah gratis. Rapat tersebut juga mendalami isu pencabutan sepihak bantuan beasiswa doktoral serta dugaan kedekatan pribadi antara Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, dengan mantan konsultan politiknya, Muhammad Basri atau Basri Kajang.
Sejumlah saksi telah dihadirkan untuk memberikan keterangan langsung di hadapan anggota pansus untuk memperkuat temuan-temuan yang ada. Melalui kesaksian tersebut, berbagai isu yang selama ini hanya menjadi perbincangan di masyarakat kini mulai terungkap secara resmi di ruang sidang.
Salah satu temuan krusial yang berhasil menarik perhatian Pansus adalah kasus pencabutan bantuan beasiswa doktoral yang menimpa seorang mahasiswi bernama Rezqila. Padahal, penerima beasiswa tersebut dikabarkan sudah berada di tahap akhir studinya dan hampir menghadapi ujian doktoralnya.
Rezqila sendiri menyatakan dalam rapat pansus bahwa dirinya tidak pernah menerima penjelasan resmi mengenai alasan mendasar di balik penghentian bantuan beasiswa yang diterimanya. Ia baru mengetahui adanya masalah setelah berinisiatif mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa untuk meminta klarifikasi.
Anggota Pansus DPRD Gowa, Dian Purnamasari, sempat mempertanyakan alasan pencabutan beasiswa tersebut, mengingat Rezqila diketahui pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Husniah Talenrang saat kontestasi Pilkada Gowa.
Menjawab pertanyaan tersebut, Rezqila mulai membeberkan kronologi yang diyakininya menjadi akar permasalahan yang berujung pada pemutusan beasiswanya. Ia menceritakan pengalamannya saat bermain bulutangkis di lapangan rumah jabatan bupati yang memang terbuka untuk umum.
Pada salah satu kunjungannya, Rezqila datang bersama seorang teman perempuannya, yang kemudian berkenalan dengan salah seorang staf rumah jabatan. Komunikasi tersebut kemudian berlanjut hingga teman Rezqila mulai berkomunikasi intens dengan Muhammad Basri Kajang.
"Saya tahu waktu saya tanyakan ke Dinas Pendidikan kenapa beasiswaku dicabut. Saat itu saya diberi tahu bahwa bupati marah kepada saya karena dianggap yang memperkenalkan teman saya dengan Muhammad Basri," ungkap Rezqila saat memberikan kesaksiannya.