JAKARTAHYPE.COM - Keinginan masyarakat Indonesia untuk mencapai berat badan ideal seringkali mendorong pencarian metode diet baru, termasuk yang sedang viral di platform digital. Tren terbaru yang menarik perhatian adalah mengonsumsi campuran gelatin dengan air hangat sebelum makan, diklaim mampu menekan rasa lapar.

Metode ini menjadi perbincangan hangat di TikTok dan media sosial lainnya karena diduga memberikan sensasi kenyang yang serupa dengan obat penurun berat badan populer. Beberapa pengguna bahkan menjuluki praktik ini sebagai 'Ozempic alami' karena kemiripan efek yang dirasakan.

Namun, para pakar mengingatkan publik agar tidak langsung menerima klaim tersebut tanpa verifikasi ilmiah yang memadai. Penting untuk memahami mekanisme di balik sensasi kenyang yang ditimbulkan oleh konsumsi gelatin hangat.

Menurut Erin Palinski-Wade, seorang ahli gizi yang berbasis di New Jersey, terdapat penjelasan ilmiah mengenai kenapa gelatin dapat meningkatkan rasa kenyang. "Ketika gelatin masuk ke dalam lambung, lingkungan asam di dalam perut membantu membentuk campuran yang lebih kental dan menyerupai gel," jelasnya.

Kondisi pembentukan gel ini kemudian berdampak langsung pada kapasitas lambung. "Kondisi ini meningkatkan volume dan kepadatan isi lambung," kutip Erin Palinski-Wade dari New York Post.

Peningkatan volume isi lambung ini akan menyebabkan peregangan pada dinding lambung, yang kemudian mengirimkan sinyal rasa kenyang ke otak. Selain itu, kandungan protein dalam gelatin juga dipercaya memicu pelepasan hormon saluran pencernaan yang memperlambat kecepatan makan.

Dikutip dari New York Post, Erin Palinski-Wade memberikan perbandingan tegas mengenai klaim bahwa gelatin setara dengan obat resep. "Ibarat membandingkan selang taman dengan hidran pemadam kebakaran. Konsep dasarnya mungkin mirip, tetapi kekuatan dan dampaknya sangat berbeda," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun gelatin mungkin membantu respons hormon kenyang, dampaknya jauh lebih ringan dibandingkan obat berbasis semaglutide. "Gelatin tidak bekerja pada reseptor tubuh seperti obat-obatan tersebut, dan tidak memiliki kemampuan tersembunyi untuk membakar lemak," tegasnya.

Pada intinya, fungsi utama gelatin dalam konteks diet adalah membantu memenuhi lambung sehingga porsi makan menjadi lebih sedikit. Meskipun relatif aman dan murah, gelatin bukanlah pengganti nutrisi makanan utama.