JAKARTAHYPE.COM - Kebijakan restriksi ekspor teknologi canggih yang diterapkan oleh pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump kini mulai memicu ketegangan dengan negara-negara sekutu utama Washington.
Pembatasan ini awalnya dirancang untuk menghambat kemajuan teknologi Tiongkok, namun dampaknya kini terasa meluas hingga mengganggu operasional bisnis perusahaan-perusahaan multinasional yang berbasis di negara-negara mitra AS.
Salah satu contoh nyata dari friksi ini terlihat di Belanda, yang menjadi rumah bagi ASML, produsen peralatan litografi semi konduktor paling mutakhir di dunia. Keberadaan ASML menjadikan Belanda sangat sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan ekspor teknologi AS.
Situasi ini membuat Pemerintah Belanda mengambil langkah proaktif dalam melobi otoritas di Washington terkait isu kontrol ekspor peralatan chip ke pasar Tiongkok.
Pemerintah Belanda dikabarkan sedang gencar melakukan upaya diplomatik agar Amerika Serikat tidak memperluas cakupan kontrol ekspor peralatan semikonduktor tersebut ke Tiongkok. Langkah ini diambil karena ekspansi kontrol tersebut berpotensi melumpuhkan lini bisnis strategis ASML.
Dampak dari kebijakan AS ini tidak hanya bersifat langsung pada ekspor dari Amerika, tetapi juga menciptakan efek domino yang merugikan rantai pasok teknologi global yang melibatkan perusahaan-perusahaan Eropa.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan unilateral mengenai teknologi dapat menciptakan ketidakpastian signifikan bagi stabilitas dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan kunci yang menjadi tulang punggung ekonomi sekutu AS.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kebijakan pembatasan ekspor teknologi canggih yang terus dilancarkan oleh pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat kini mulai menimbulkan friksi dengan negara-negara sekutunya.
"Pembatasan ini tidak hanya menargetkan ekspor langsung dari AS ke Tiongkok, namun dampaknya meluas hingga memengaruhi operasi bisnis perusahaan-perusahaan sekutu," demikian disampaikan sumber berita tersebut mengenai eskalasi kekhawatiran di kalangan mitra dagang AS.