JAKARTAHYPE.COM - Pembawa acara televisi Argentina, Florencia Pena, menghadapi kecaman publik dan dari lingkaran kepresidenan setelah ia menyebarkan informasi keliru mengenai meninggalnya ayah dari mega bintang sepak bola Lionel Messi. Peristiwa ini terjadi saat Pena memandu program di stasiun televisi Luzu TV, menimbulkan gejolak besar di kalangan masyarakat Argentina.

Insiden mengejutkan tersebut terjadi pada hari Kamis (18/6/2026), ketika Florencia Pena menyampaikan berita duka yang ternyata tidak berdasar saat siaran langsung programnya, El Show del Verano. Informasi yang salah ini segera menyebar luas dan menimbulkan reaksi keras dari banyak pihak.

Pena mengumumkan kabar duka tersebut dengan menyatakan, "Saya tidak ingin menyampaikan kabar buruk, tetapi ayah Messi baru saja meninggal dunia. Tepat di tengah-tengah Piala Dunia, dia (Messi) terpaksa harus pulang," sebagaimana dikutip dari The Sun. Pengumuman ini sontak menciptakan kehebohan karena kebenarannya diragukan.

Keluarga Messi segera memberikan klarifikasi resmi bahwa ayah dari andalan tim nasional Argentina tersebut, Jorge Messi, masih dalam keadaan hidup. Meskipun demikian, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Jorge Messi sedang menjalani perawatan medis intensif terkait kondisi kesehatannya saat ini.

Pihak keluarga menegaskan bahwa kondisi Jorge Messi terus membaik di bawah pengawasan medis profesional. Mereka menyampaikan, "Beliau berada di bawah pengawasan medis, sedang membaik, dan menunjukkan perkembangan positif terkait kondisinya saat ini," menurut keterangan yang diterima ESPN.

Keluarga Messi juga mengungkapkan rasa kecewa mendalam atas penyebaran rumor yang dinilai tidak sensitif dan tidak beretika. Mereka menambahkan, "Mengingat berbagai versi, rumor, dan spekulasi yang beredar dalam beberapa jam terakhir, keluarga ingin menyampaikan rasa ketidaksenangan yang mendalam atas kurangnya sensitivitas, rasa hormat, dan moral dari sebagian orang dalam menyikapi masalah yang sepenuhnya bersifat pribadi dan keluarga ini," sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi.

Tanggapan paling keras datang dari Presiden Argentina, Javier Milei, yang mengecam keras tindakan tidak profesional tersebut melalui unggahan di platform X. Presiden Milei secara tajam mengkritik presenter tersebut atas penyebaran berita bohong yang tidak terverifikasi.

Presiden Javier Milei menuliskan kecaman kerasnya, "PERUSAHAAN SAMPAH," untuk mengomentari insiden tersebut. Beliau melanjutkan kritiknya dengan menegaskan, "Pernyataan yang mengerikan, tidak bermoral, dan tanpa verifikasi oleh Florencia Peña di saluran streaming-yang akan tetap terasa mengerikan bahkan jika informasi itu benar, karena telah menginjak-injak kehidupan pribadi seorang warga negara-mengingatkan kita pada impunitas yang dirasa bisa dimiliki sebagian orang hanya karena memegang mikrofon atau pena di tangan. Seolah-olah hal itu membuat mereka tidak perlu memverifikasi informasi yang disebarkan, dan tidak perlu mematuhi prinsip paling dasar dari kesopanan manusia, moralitas, atau penghormatan terhadap kebenaran," tegas Presiden Javiel Milei.

Menyadari kesalahannya, Florencia Pena yang berusia 51 tahun tersebut segera menyampaikan permohonan maaf publik. Ia mengklaim bahwa informasi hoaks tersebut diterimanya saat siaran langsung tanpa proses verifikasi yang memadai dari tim produksinya.