JAKARTAHYPE.COM - Jepang secara konsisten menempati posisi terdepan dalam statistik global mengenai angka harapan hidup tertinggi. Fenomena ini menjadikan negara kepulauan tersebut sebagai studi kasus menarik mengenai umur panjang.

Data terbaru menunjukkan bahwa Jepang kini menjadi rumah bagi 95.119 individu yang telah mencapai status centenarian. Centenarian merujuk pada seseorang yang berhasil hidup hingga mencapai usia 100 tahun atau melebihinya.

Melihat distribusi demografi dari kelompok usia lanjut ini, terdapat dominasi signifikan dari kaum perempuan. Sebanyak 88 persen dari total populasi centenarian di Jepang adalah perempuan.

Hal ini mengindikasikan adanya faktor lingkungan, genetik, atau gaya hidup yang secara spesifik mendukung umur panjang bagi wanita di negara tersebut. Fakta ini menjadi sorotan utama dalam analisis demografi Jepang.

Khusus untuk mereka yang berumur panjang dari kalangan perempuan, rekor usia tertua yang tercatat saat ini mencapai angka luar biasa. Usia tersebut menyentuh 116 tahun di kota Ashiya.

Sementara itu, data mengenai umur panjang dari kalangan pria juga tercatat, meskipun jumlahnya lebih sedikit dalam persentase keseluruhan. Bagi populasi pria centenarian, usia tertua yang tercatat berada di angka 110 tahun.

Dilansir dari sumber yang merilis data tersebut, "Data terbaru mencatat negara tersebut menjadi rumah bagi 95.119 orang centenarian, sebutan untuk individu yang berhasil hidup mencapai usia 100 tahun atau lebih," ujar peneliti demografi.

Informasi mengenai dominasi wanita juga dikonfirmasi melalui rilis resmi, "Sebanyak 88 persen dari total centenarian di Jepang adalah perempuan," jelasnya.

Lebih lanjut mengenai puncak pencapaian usia, disebutkan bahwa "Rekor usia tertua saat ini menyentuh 116 tahun di kota Ashiya," sebut juru bicara kesehatan Jepang.