JAKARTAHYPE.COM - Kekalahan yang dialami oleh Tim Nasional Ekuador saat melawan Kosta Rika dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 memicu reaksi tak terduga dari sebagian pendukung mereka. Insiden ini terjadi di luar lokasi pemusatan latihan tim di Columbus, menciptakan suasana kurang kondusif bagi para pemain.

Peristiwa ini menjadi sorotan utama di media sosial dan memicu perdebatan tajam di kalangan penggemar sepak bola Ekuador. Fokus perhatian publik teralihkan dari persiapan tim menuju insiden di luar lapangan tersebut.

Kejadian spesifik yang menjadi pusat perhatian adalah ketika sekelompok suporter kedapatan membawa dan melempar sebakul (ember kecil) berisi telur ke arah hotel tempat skuad Ekuador menginap. Aksi protes ini dilakukan setelah kekalahan tim dalam pertandingan perdana mereka.

Pertandingan selanjutnya dijadwalkan Ekuador akan menghadapi Curazao, menyusul hasil minor yang mereka terima dari Kosta Rika. Situasi ini menambah tekanan psikologis bagi tim menjelang laga krusial tersebut.

Bryan Jiménez, yang dikenal sebagai kreator konten sekaligus saudara kandung dari salah satu pemain kunci Ekuador, Gonzalo Plata, turut memberikan tanggapannya. Ia menyuarakan kekecewaannya terhadap tindakan para suporter yang melakukan aksi protes tersebut.

Jiménez secara tegas mengkritik perilaku pendukung tim yang membawa telur ke tempat pemusatan tim. Ia menyampaikan pandangannya yang keras mengenai kurangnya dukungan moral yang seharusnya diberikan kepada skuad.

"Sungguh kurangnya rasa patriotisme," adalah ungkapan yang disampaikan oleh Bryan Jiménez mengenai tindakan suporter yang membawa ember berisi telur ke lokasi konsentrasi timnas Ekuador, sebagaimana dikutip dari sumber berita.

Peristiwa ini berlangsung pada tanggal 20 Juni 2026, dan dilaporkan pertama kali oleh Jerson Ruiz, yang mempublikasikan artikel mengenai perkembangan situasi ini pada waktu yang sama.

Dilansir dari sumber berita, insiden ini menunjukkan adanya perpecahan pandangan di kalangan penggemar mengenai cara terbaik untuk menunjukkan dukungan atau ketidakpuasan terhadap performa tim nasional. Aksi protes tersebut terjadi pada pagi hari di Columbus.