JAKARTAHYPE.COM - Tren diet ketat yang umumnya diterapkan para atlet profesional seringkali terlihat rumit dan penuh pembatasan. Namun, bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, memilih pendekatan yang sangat berbeda dan jauh lebih membumi dalam menjaga asupan nutrisinya.

Kebiasaan makan Yamal menunjukkan preferensi kuat terhadap hidangan rumah tangga yang telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak masa kanak-kanak. Hal ini kontras dengan citra makanan atlet yang serba terukur dan khusus.

Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif yang diadakan oleh majalah GQ Spanyol, Yamal membuka tabir mengenai menu favorit yang secara rutin ia konsumsi. Ia mengungkapkan bahwa menu andalannya adalah kombinasi sederhana namun kaya gizi.

Menu andalan tersebut adalah nasi yang disajikan bersama ayam dan dilengkapi dengan saus kacang. Hidangan ini bukanlah menu internasional biasa, melainkan merupakan makanan tradisional yang berasal dari Guinea Khatulistiwa.

Fakta menariknya, Guinea Khatulistiwa merupakan negara asal dari ibunda Lamine Yamal. Oleh karena itu, hidangan ini memiliki ikatan emosional dan kultural yang kuat bagi sang pemain muda.

Yamal menjelaskan bahwa makanan tersebut seringkali disiapkan khusus untuk mendukung performanya di lapangan hijau. Ia mengungkapkan, "Ini makanan khas Guinea Khatulistiwa. Ibu saya selalu membuatkannya sebelum pertandingan agar saya punya tenaga," ujar Lamine Yamal.

Penyajian makanan rumahan ini berfungsi sebagai sumber energi utama bagi Yamal sebelum ia berlaga dalam pertandingan penting. Hal ini menunjukkan bahwa nutrisi terbaik tidak selalu datang dari suplemen mahal atau menu katering mewah.

Keputusan Yamal untuk mengandalkan masakan ibunya juga mencerminkan pentingnya kenyamanan psikologis yang didapatkan dari makanan yang familiar dan penuh kenangan. Ia berhasil memadukan kebutuhan fisik atlet dengan warisan kuliner keluarganya.

Dikutip dari GQ Spain, kisah diet Yamal ini menjadi sorotan karena menepis anggapan bahwa atlet top harus menjalani rezim makan yang jauh dari cita rasa rumahan. Ini membuktikan bahwa kesuksesan di lapangan bisa didukung oleh kesederhanaan nutrisi.