JAKARTA, JakartaHype.com - Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan segar melalui film romantis komedi berjudul CLBK (Cinta Lama Babak Kedua). Film ini mempertemukan dua aktor senior papan atas, Slamet Rahardjo dan Widyawati, dalam kisah cinta lama yang kembali hadir setelah puluhan tahun terpisah.
Dalam film tersebut, Slamet Rahardjo memerankan tokoh Abi, sementara Widyawati berperan sebagai Sita. Keduanya diceritakan pernah memiliki hubungan di masa muda yang berakhir tanpa penyelesaian dan meninggalkan luka mendalam hingga bertahun-tahun kemudian.
Konflik mulai muncul ketika cucu mereka, Ambar yang diperankan Sintya Marisca dan Raka yang dimainkan Iskak Khivano, berencana melangsungkan pernikahan. Rencana bahagia itu terancam batal setelah Sita mengetahui bahwa Abi adalah sosok yang pernah menghancurkan hatinya di masa lalu.
Perseteruan masa lalu antara Abi dan Sita kemudian berdampak pada hubungan keluarga besar mereka. Ketegangan tersebut turut melibatkan sejumlah karakter yang diperankan Sarah Sechan, Kiki Narendra, Iyang Dharmawan, Febry Khey, dan Annisa Kaila.
Film garapan sutradara Ivander Tedjasukmana ini diproduksi oleh MIR Productions yang melakukan debut perdananya di industri perfilman Indonesia. Co-Producer sekaligus Founder MIR Productions, Vladimir Rama, mengatakan pihaknya telah menggelar special screening sebagai bagian dari rangkaian promosi film tersebut.
"Hari ini kami melakukan Special Screening sebagai pembuka rangkaian activation untuk promo film CLBK. Harapannya, film CLBK dapat dikenal luas dan membuat calon penonton penasaran seperti apa ceritanya karena dari judul filmnya sendiri sudah cukup unik," ujar Rama, dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Rama menjelaskan proses produksi film dilakukan pada tahun lalu dengan mengambil lokasi syuting di Jakarta dan Bandung. Salah satu tantangan terbesar adalah menyulap kawasan Jalan Braga di Bandung agar menyerupai suasana era 1970-an demi mendukung kebutuhan cerita.
"Kami menyulap Jalan Braga di Bandung agar terlihat seperti setting tahun 1970, lengkap dengan segala properti dan ekstras yang berpenampilan dari tahun tersebut. Cukup rumit, tapi sangat puas dengan hasilnya," kata Rama.
Secara garis besar, CLBK mengisahkan upaya Raka dan Ambar mempertahankan hubungan mereka di tengah konflik keluarga yang dipicu masa lalu kakek dan nenek mereka. Situasi semakin rumit ketika Abi dan Sita tanpa sengaja dipertemukan kembali di Bandung dan justru menemukan kembali perasaan yang pernah hilang.