JAKARTAHYPE.COM - Malam ini, pukul 19.00 waktu setempat, perhatian dunia akan tertuju pada laga krusial Piala Dunia 2026 di mana tim nasional Curaçao akan menghadapi raksasa Jerman. Sosok sentral dalam pertandingan ini adalah Tahith Chong, pemain berusia 26 tahun yang memiliki sejarah unik dengan sepak bola Jerman.
Tahith Chong pernah singgah sebentar di Bundesliga, tepatnya saat dipinjamkan ke Werder Bremen selama enam bulan, dari Agustus 2020 hingga Januari 2021. Meskipun masa baktinya singkat, namanya sempat terukir di benak para penggemar sepak bola Jerman.
Ironisnya, Chong seharusnya membela Belanda di turnamen ini, mengingat status kewarganegaraan Belanda yang dimiliki seluruh warga Curaçao. Namun, kini ia justru menjadi andalan timnas Curaçao, negara otonom yang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda sejak 2010.
Klaim bahwa ia adalah "The new Arjen Robben" sempat melekat padanya karena bakat alami dalam menggiring bola dan memotong dari sayap ke tengah, mirip dengan legenda Belanda tersebut. Bakat ini membuatnya direkrut Manchester United pada usia 16 tahun setelah menimba ilmu di akademi Feyenoord Rotterdam.
Di Manchester United, Chong sempat menunjukkan potensi besar, bahkan memenangkan penghargaan 'Jimmy Murphy Young Player of the Year Award' pada musim 2017/18, penghargaan yang juga pernah diraih Ryan Giggs dan Marcus Rashford. Akan tetapi, perkembangan kariernya tidak secerah para pemenang sebelumnya saat ia memasuki usia pertengahan 20-an.
Masalah utama yang sering menghambat perkembangannya adalah kurangnya pemahaman taktis dan konsistensi di bawah tekanan, hal yang menyebabkan kekecewaan di Inggris maupun saat di Werder Bremen. Hal ini membuat Chong yang pernah disebut sebagai 'wonderkid' kini "hanya" bermain di divisi kedua Liga Inggris bersama Sheffield United.
Setelah mengalami cedera meniskus di awal musim, penampilannya terbatas, hanya mencatatkan satu assist tanpa gol dalam 21 penampilan untuk Sheffield United di musim yang baru saja berakhir. Kini, harapan besar ada di pundaknya untuk mencetak gol bagi "The Blue Wave" di Piala Dunia.
Chong baru memutuskan untuk bermain bagi Curaçao tahun lalu, setelah sempat berharap mendapatkan panggilan dari timnas Belanda (Oranje). Keputusan ini didorong oleh rasa memiliki yang mendalam terhadap tanah leluhurnya.
Mengenai keputusannya membela Curaçao, Chong pernah menyampaikan perasaan pribadinya kepada FIFA.com. "Rasanya seperti pulang ke rumah. Setiap musim panas dan hampir setiap liburan, saya kembali ke sana. Ketika kesempatan itu datang, keputusannya jelas: Anda pergi ke tempat di mana Anda merasa nyaman," ujar Tahith Chong.