JAKARTAHYPE.COM - Robot humanoid ultra-bionik garapan perusahaan Tiongkok, UBTECH, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah tampil di atas panggung peragaan busana di Shenzhen. Kehadiran robot setinggi manusia ini dalam acara peluncuran global perusahaan tersebut disambut dengan reaksi yang beragam dari masyarakat.
Meskipun diklaim memiliki kulit silikon realistis dan ekspresi wajah yang hidup, robot-robot ini justru menuai kritik pedas dari para netizen. Pergerakan mereka yang dinilai sangat kaku saat berjalan di catwalk memicu perbandingan dengan "zombi estetis" dan "maneken berjalan".
Perusahaan UBTECH mengklaim bahwa robot humanoid mereka adalah yang pertama di dunia yang diproduksi secara massal dengan teknologi ultra-bionik. Robot ini hadir dalam versi pria dan wanita, dengan fitur wajah, gaya rambut, dan riasan yang dapat disesuaikan.
Namun, klaim realisme tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh publik. Banyak pengguna internet yang mengungkapkan ketidakpuasan mereka di media sosial, menyoroti keganjilan dalam gestur dan ekspresi robot yang justru menimbulkan rasa tidak nyaman.
"Reaksi negatif dari netizen ini sebenarnya adalah contoh klasik dari fenomena uncanny valley-di mana replika manusia yang hampir sempurna justru memicu rasa tidak nyaman atau penolakan emosional dari manusia asli karena ada detail kecil yang terasa janggal, seperti tatapan mata yang kosong atau gestur yang terlalu kaku," ujar pakar teknologi dan pengamat tren digital, Dr. Adrian Pratama.
Dr. Adrian Pratama menambahkan, "Meski untuk urusan fesyen performanya masih dinilai kurang alami, langkah UBTECH ini membuktikan bahwa lompatan teknologi manufaktur robotik mereka sudah sangat masif."
Secara terpisah, UBTECH mengklarifikasi bahwa robot-robot ini sebenarnya dirancang untuk sektor komersial, bukan sebagai model catwalk permanen. Target utama penggunaannya adalah untuk acara peluncuran merek, pameran, museum, hotel, dan tempat wisata.
Model robot kasta tertinggi yang mampu berjalan, menari, dan tampil di atas panggung dibanderol dengan harga fantastis, mencapai 990.000 Yuan atau sekitar Rp 2,1 miliar. Meskipun kontroversial, perusahaan ini dilaporkan telah menerima lebih dari 13.000 pesanan.
Pengiriman robot-robot ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan September mendatang. Hal ini menunjukkan minat pasar yang tinggi terhadap teknologi robot humanoid, terlepas dari kritik awal yang muncul terkait performa mereka di dunia fashion.