JAKARTAHYPE.COM - Suasana duka mendalam menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada hari pemakaman Simson Rarameha, yang lebih dikenal dengan nama Temon. Kedatangan jenazah di lokasi pemakaman pada pukul 12.15 WIB menjadi momen penuh kesedihan bagi keluarga dan kerabat terdekat.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum telah disemayamkan di rumah duka. Seremoni ibadah penghiburan dan ibadah pelepasan juga telah dilaksanakan di Gereja Effatha sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi mendiang.
Peti jenazah berwarna putih bersih kemudian digotong oleh sejumlah petugas menuju liang lahat yang telah disiapkan. Langkah para pelayat terlihat gontai, diiringi isak tangis yang pecah di tengah teriknya cuaca siang itu. Raut duka terpancar jelas dari wajah anak-anak dan istri almarhum.
"Sampai jumpa lagi sayangku," demikian ungkapan pilu yang terdengar dari istri almarhum, Mae, saat memberikan salam perpisahan terakhir di tepi liang lahat.
Ketegaran keluarga yang berusaha ditunjukkan, seolah runtuh ketika peti jenazah mulai perlahan diturunkan ke dalam liang lahat. Tangisan para pelayat yang memadati area makam semakin kencang terdengar.
Puncak momen haru terjadi saat peti jenazah telah berada sepenuhnya di dalam makam, sebelum tanahtanah mulai menutupinya. Istri Temon, Mae, langsung menghampiri pinggir liang lahad. Ia memberikan salam perpisahan terakhir kepada suami tercintanya.
Prosesi pemakaman ini merupakan rangkaian akhir dari penghormatan terakhir yang diberikan kepada Simson Rarameha alias Temon. Kehadiran keluarga dan kerabat menunjukkan betapa besar arti almarhum bagi orang-orang di sekitarnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Momen perpisahan di pemakaman menjadi saksi bisu dari rasa kehilangan yang begitu besar.
Dikutip dari sumber berita asli, jenazah tiba di TPU Tanah Kusir pada pukul 12.15 WIB, diiringi oleh pengawalan dari pihak keluarga dan kerabat terdekat.