JAKARTAHYPE.COM - Perjuangan melawan gangguan kesehatan mental merupakan tantangan yang signifikan, tidak hanya bagi pikiran tetapi juga berpotensi merusak kondisi fisik seseorang.
Para ahli kini memberikan peringatan mengenai bahaya tersembunyi dari kondisi ini. Gangguan mental seperti kecemasan (anxiety) dan depresi terbukti tidak hanya menguras emosi, tetapi juga secara perlahan dapat membahayakan kesehatan fisik.
Penelitian yang ada secara konsisten menunjukkan bahwa gangguan mental umum, termasuk depresi, kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, dan PTSD, dapat secara diam-diam memangkas angka harapan hidup seseorang. Dampaknya bisa sangat signifikan, mengurangi rentang usia hidup hingga 10 hingga 20 tahun.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena seringkali efeknya tidak langsung terlihat. Beban emosional yang berat dari gangguan mental ini kemudian dapat bermanifestasi menjadi masalah kesehatan fisik yang lebih serius seiring waktu.
Para peneliti menyoroti bahwa proses ini terjadi secara bertahap. Dampak fisik dari stres kronis yang terkait dengan gangguan mental dapat memicu atau memperburuk berbagai penyakit.
Studi yang dilakukan oleh para ahli ini menggarisbawahi pentingnya penanganan kesehatan mental sebagai prioritas. Pengobatan dan dukungan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko jangka panjang.
"Gangguan mental umum, seperti depresi, kecemasan, gangguan bipolar, skizofrenia, hingga PTSD, diam-diam bisa memangkas angka harapan hidup seseorang sebanyak 10 hingga 20 tahun," demikian temuan yang diungkapkan oleh para ahli.
Temuan ini menekankan bahwa kesehatan mental dan fisik saling terkait erat. Mengabaikan salah satunya dapat berdampak negatif pada keseluruhan kesejahteraan seseorang dalam jangka panjang.
Dikutip dari sumber berita yang mengulas studi tersebut, para ahli menganjurkan agar masyarakat lebih peduli terhadap tanda-tanda awal gangguan mental dan segera mencari bantuan profesional.