JAKARTAHYPE.COM - Konami baru-baru ini membagikan wawasan menarik mengenai proses pengembangan game horor legendaris, Silent Hill. Melalui sebuah kuliah di CEDEC 2026, produser seri tersebut, Motoi Okamoto, membeberkan standar tinggi yang diterapkan timnya.

Acara bertajuk "The Art of Producing Silent Hill" ini menghadirkan para pengembang kunci yang berbagi pengalaman mereka dalam pembuatan remake Silent Hill 2 dan game terbaru, Silent Hill f. Fokus utama diskusi adalah pada pentingnya narasi dalam sebuah game.

Motoi Okamoto menekankan bahwa bagi game yang mengandalkan kekuatan cerita, konsumsi literatur adalah sebuah kewajiban bagi produser. Lebih jauh lagi, ia menilai sangat penting bagi produser untuk memahami keseluruhan karya seorang penulis jika mereka dipercaya untuk menggarap skenario game.

"Ini bukan sekadar bentuk penghormatan dasar," ujar Okamoto, "tetapi juga kunci untuk memahami gaya penulisan, keunikan, serta kekuatan dan kelemahan seorang penulis." Ia menambahkan bahwa setiap penulis memiliki potensi menghasilkan karya baik dan kurang baik, sehingga tugas pengambil keputusan adalah memahami karakteristik mereka secara mendalam.

Dalam pengembangan Silent Hill f, Konami menggandeng Ryukishi07, penulis terkenal dari seri novel visual When They Cry. Keputusan ini diambil karena beberapa alasan kuat yang diungkapkan oleh Okamoto.

"Ryukishi07 memiliki pengalaman luas dalam genre horor," jelas Okamoto, "karyanya terdahulu menunjukkan kecocokan yang kuat dengan nuansa Silent Hill, dan saya sendiri adalah penggemar berat karyanya."

Okamoto juga menyoroti pentingnya "masukan" atau "input" dalam proses kreasi game. Ia mengungkapkan standar yang diterapkan dalam timnya untuk memastikan kedalaman narasi.

"Di dalam tim, kami memberikan tekanan satu sama lain, terutama di antara penulis skenario, untuk membaca setidaknya 100 hingga 200 buku per tahun," ungkap Okamoto.

Dedikasi luar biasa ini tentu menimbulkan rasa penasaran mengenai siapa saja yang akan dilibatkan Konami untuk proyek Silent Hill di masa depan. Terlebih lagi dengan janji Okamoto untuk terus bereksperimen dalam cerita dan gameplay di setiap judul baru.