• JAKARTAHYPE.COM -

Wakil Politik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Yadollah Javani, menyampaikan pesan tegas mengenai pertanggungjawaban atas syahidnya Pemimpin Revolusi Iran. Beliau menekankan bahwa pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab tidak akan pernah menemukan kedamaian.

Menurut Brigjen Javani, tuntutan hukuman akan terus diperjuangkan oleh Poros Perlawanan, bangsa-bangsa merdeka, dan para pejuang kemerdekaan di seluruh dunia. Hal ini sejalan dengan semangat penuntutan darah atau khun-khahi yang telah menjadi bagian dari sejarah perjuangan.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Sepah News pada Selasa (21/7), Brigjen Javani menggarisbawahi pentingnya pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam yang disampaikan saat prosesi pemakaman. Pesan tersebut dianggap sebagai dokumen strategis yang menghubungkan Revolusi Islam dengan semangat Asyura.

"Pesan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam merupakan dokumen strategis yang menegaskan keterkaitan Revolusi Islam dengan semangat Asyura, konsep khun-khahi (penuntutan darah), kesinambungan jalan para syuhada, serta tanggung jawab umat Islam dan para pejuang kemerdekaan untuk meneruskan perjuangan tersebut," ujar Brigjen Javani.

Brigjen Javani menjelaskan bahwa pembukaan pesan dengan salam kepada Imam Husain a.s. menempatkan kesyahidan Pemimpin Revolusi sebagai bagian dari kesinambungan sejarah perjuangan Karbala. Pesan tersebut juga mengakui partisipasi besar masyarakat Iran dan Irak dalam prosesi pemakaman.

Beliau menambahkan, "Pesan tersebut juga memuat apresiasi atas besarnya partisipasi masyarakat Iran dan Irak dalam prosesi pemakaman, peneguhan komitmen melanjutkan jalan sang pemimpin, serta keyakinan bahwa para pelaku kejahatan pada akhirnya akan menerima balasan."

Brigjen Javani secara lugas menuduh Amerika Serikat, rezim Zionis, dan khususnya Presiden AS Donald Trump sebagai pihak yang bertanggung jawab atas "kejahatan besar" ini. Tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan hukum internasional karena menyasar seorang pemimpin yang memiliki kedudukan tinggi.

"Amerika dan Zionis melakukan kejahatan besar," ujar Brigjen Javani.