JAKARTAHYPE.COM - Menjalani peran sebagai orang tua merupakan sebuah perjalanan pembelajaran tiada akhir. Bagi penyanyi Anggi Marito, setiap tahapan tumbuh kembang sang buah hati justru menjadi cerminan untuk dirinya dan sang suami agar terus berkembang.
Momen ini ia bagikan usai menghadiri talkshow bertajuk 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab' yang diselenggarakan oleh Morinaga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Di sana, Anggi memaparkan prinsip sederhana yang ia terapkan dalam mengasuh putranya.
Prinsip tersebut adalah keberanian untuk meminta maaf kepada anak setelah memberikan teguran atau memarahi mereka. Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari metode pengasuhan yang ia jalani.
"Parenting ala aku sebenarnya parenting ala VOC ya. Cuma di satu sisi aku menerapkan untuk bisa selalu meminta maaf sama anak juga ketika kita habis ngasih tahu anak, kita marahin anak. Jadi itu sih yang aku terapin sama Gemma," ujar Anggi Marito, seperti dikutip dari detikcom.
Perjalanan menjadi seorang ibu ternyata juga membawa perubahan mendalam dalam diri Anggi. Sebelumnya, sebagai anak tunggal yang terbiasa dimanjakan, kini ia harus beradaptasi dengan peran baru sebagai sandaran utama bagi anaknya.
"Yang paling kerasa beratnya menurut aku karena aku sendiri anak tunggal. Dulu selalu jadi princess di rumah. Sekarang harus ngurusin princess. Makin ke sini aku menerima bahwa si kecil ini nggak bisa bergantung sama siapa-siapa kecuali orang tuanya," jelas Anggi Marito.
Dalam sesi talkshow yang sama, Psikolog Klinis Anak Ni Ketut Desi Ariani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, turut memaparkan bahwa setiap fase perkembangan anak adalah proses belajar bagi orang tua. Orang tua juga belajar mengelola kekhawatiran dan emosi mereka sendiri.
"Ketika anak belajar merangkak, belajar berdiri, orang tua juga sedang belajar melepas kontrol. Ketika anak mulai belajar emosi, justru mamanya dulu yang belajar sabar, papanya dulu yang belajar meregulasi emosi," terang Ni Ketut Desi Ariani.
Ni Ketut Desi Ariani menekankan bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan utama dalam menjadi orang tua. Yang terpenting adalah kehadiran yang utuh dan penciptaan lingkungan yang aman bagi anak.