JAKARTAHYPE.COM - Sebuah insiden yang meresahkan terjadi dalam sebuah perjalanan wisata ke Korea Selatan, yang melibatkan seorang peserta tur asal Madiun. Peristiwa ini menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi pihak penyelenggara perjalanan.
Peserta tur yang diduga melakukan tindakan tersebut diketahui bernama Femas. Ia dilaporkan menghilang atau "kabur" saat rombongan masih berada di Korea Selatan.
Kabar mengenai kejadian ini menjadi viral dan menyebar luas di media sosial, khususnya melalui platform Threads. Akun @sarjanabackpacker menjadi sumber awal penyebaran informasi ini kepada publik.
Merujuk pada laporan dari detikJatim, yang telah mendapatkan izin untuk mengutip informasi dari pemilik akun Threads tersebut pada Sabtu (18/7/2026), kejadian ini disebut sebagai pengalaman pahit. Peristiwa ini juga dinilai mencoreng nama baik usaha perjalanan wisata yang telah dibangun.
"Jujur, ini adalah postingan yang paling berat selama kami membangun travel," tulis akun @sarjanabackpacker dalam unggahannya yang dikutip detikJatim, Jumat (17/7).
Pihak penyelenggara tur menyampaikan rasa kecewanya atas dampak yang ditimbulkan oleh satu orang peserta. Kerugian yang dialami tidak hanya bersifat finansial, namun juga merusak reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun.
"Bertahun-tahun kami jaga nama baik. Membangun kepercayaan. Mengurus ribuan peserta agar bisa liburan dengan tenang. Rusak karena satu orang," demikian pernyataan dalam unggahan tersebut.
Akibat dari dugaan kaburnya peserta tur tersebut, operator tur harus menanggung beban finansial berupa denda yang jumlahnya tidak sedikit. Total denda yang harus dibayar mencapai Rp 125 juta.
Dikutip dari detikJatim, kejadian ini menjadi pukulan telak bagi operator tur. Mereka telah berupaya keras menjaga kualitas layanan dan kepercayaan dari para pelanggannya selama bertahun-tahun.