JAKARTAHYPE.COM - Wacana mengenai perluasan kebijakan bebas visa kunjungan (BVK) masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pemangku kepentingan nasional. Kebijakan ini diyakini memiliki potensi besar untuk memicu pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor di Indonesia.
Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Evita Nursanty, menyuarakan pandangannya mengenai dampak positif dari implementasi kebijakan tersebut. Ia melihat langkah ini sebagai strategi jitu untuk menarik lebih banyak wisatawan asing.
Menurut Evita, masuknya wisatawan mancanegara dalam jumlah besar akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Dampak ini akan terasa di berbagai lini bisnis yang bersentuhan langsung dengan sektor pariwisata.
"Belanja wisatawan akan menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, maskapai penerbangan, destinasi wisata, UMKM, ekonomi kreatif, pusat perbelanjaan, hingga meningkatkan penerimaan pajak dan membuka lapangan kerja," kata Evita dalam keterangan resminya di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Evita Nursanty sebagai penekanan bahwa kemudahan akses masuk merupakan faktor krusial dalam mendongkrak kinerja ekonomi secara keseluruhan. Langkah ini diharapkan menciptakan siklus perputaran uang yang lebih cepat di dalam negeri.
Lebih lanjut, Evita Nursanty menekankan bahwa kemudahan visa adalah instrumen vital dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di peta global. Persaingan di kawasan regional menuntut Indonesia untuk lebih adaptif terhadap tren pariwisata internasional.
Ia juga menyoroti langkah yang telah diambil oleh negara-negara tetangga yang sukses menarik kunjungan asing melalui kemudahan akses masuk. Indonesia perlu mengadopsi strategi serupa untuk tidak tertinggal dalam persaingan destinasi wisata.
"Dia menilai Indonesia perlu mengikuti langkah negara-negara di kawasan seperti Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam yang telah menjadikan kemudahan akses masuk sebagai strategi menarik wisatawan dan investasi," ujar Evita Nursanty.
Informasi mengenai pandangan Evita Nursanty ini disampaikan kepada publik pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Dilansir dari Antara, pandangannya ini menjadi bagian dari diskusi berkelanjutan mengenai optimalisasi sektor pariwisata nasional.