- JAKARTAHYPE.COM - Seorang pelajar asal Inggris menghadapi penundaan kepulangan yang signifikan, terpaksa tertahan di Roma, Italia, selama enam pekan. Peristiwa ini terjadi setelah kunjungannya ke kediaman neneknya di negeri Pizza tersebut.
Remaja berusia 15 tahun ini dilaporkan tidak diizinkan naik pesawat untuk kembali ke negaranya. Hal ini disebabkan oleh penerapan aturan baru dari Pemerintah Inggris yang mulai berlaku efektif.
Aturan yang diberlakukan oleh Home Office Inggris ini mengharuskan warga negara Inggris yang memiliki kewarganegaraan ganda untuk menggunakan paspor Inggris saat melakukan perjalanan masuk ke wilayah Inggris.
Kasus yang dialami pelajar ini terjadi pada bulan April lalu. Peristiwa ini merupakan salah satu dari serangkaian insiden serupa yang telah dilaporkan sejak aturan baru tersebut mulai diterapkan pada Februari lalu.
"Remaja berusia 15 tahun itu tertahan di Roma setelah ditolak naik pesawat akibat aturan baru Pemerintah Inggris yang mewajibkan warga berkewarganegaraan ganda menggunakan paspor Inggris saat masuk ke negaranya," demikian bunyi informasi awal mengenai kejadian ini.
Dikutip dari sumber berita, aturan Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office) ini memang menuntut pemegang paspor ganda untuk selalu menggunakan identitas Inggris mereka ketika akan kembali ke tanah air.
Kebijakan ini, yang mulai berlaku pada Februari, bertujuan untuk menyederhanakan proses imigrasi dan keamanan perbatasan. Namun, dampaknya terasa bagi sebagian warga, seperti yang dialami pelajar ini.
Keterlambatan kepulangan selama enam minggu tentu menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan bagi seorang pelajar, apalagi jika terjadi di luar negeri dan di luar kendalinya.
Situasi ini menyoroti pentingnya pemahaman mendalam terhadap regulasi perjalanan internasional, terutama bagi individu yang memiliki status kewarganegaraan ganda.