JAKARTAHYPE.COM - Hailey Bieber, yang dikenal luas sebagai model dan istri dari musisi Justin Bieber, kembali mengukuhkan posisinya di industri fashion dengan meluncurkan koleksi denim eksklusif. Kolaborasi ini terjalin bersama merek legendaris GAP, menghadirkan nuansa gaya era 1990-an yang ikonik.

Koleksi yang diberi nama The Hailey Jeans ini mencakup enam model denim yang terinspirasi dari gaya off-duty Hailey yang simpel namun selalu terlihat modis. Potongan jeans longgar dan santai menjadi ciri khas utama yang kini dapat diadopsi oleh penggemarnya.

Bagi Hailey, kerja sama ini memiliki makna personal yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa GAP telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak kecil, menjadikan kolaborasi ini sebuah langkah yang terasa sangat alami baginya.

"GAP sudah menjadi bagian dari lemari pakaian saya sejak masih kecil. Karena itu, kolaborasi ini seperti terjadi dengan sangat alami," ujar Hailey Bieber, seperti dikutip dari Page Six.

The Hailey Jeans menawarkan interpretasi segar terhadap siluet denim klasik dari GAP, dipadukan dengan ciri khas gaya minimalis dan effortless ala Hailey. Koleksi ini hadir dalam dua pilihan potongan utama: Extra Baggy dan Low-Rise Loose.

Setiap celana jeans dalam koleksi ini dibanderol dengan harga US$89, atau setara dengan sekitar Rp 1,5 juta. Bahan yang digunakan adalah 100 persen katun rigid, yang dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra dan semakin mengikuti bentuk tubuh seiring pemakaian.

Sebagai sentuhan personal yang unik, Hailey Bieber menyematkan tanda tangannya di bagian dalam kantong celana jeans. Detail lain yang ditambahkan adalah angka 1996, yang merupakan tahun kelahirannya, menambah nilai eksklusivitas pada setiap item.

Wanita berusia 29 tahun ini menjelaskan bahwa inspirasi utama di balik koleksi The Hailey Jeans adalah gaya berpakaian pada dekade 1990-an. Era ini dianggap memiliki nuansa effortless yang kuat dalam cara orang mengenakan denim.

"1996 adalah tahun saya lahir. Saya juga banyak mendapatkan inspirasi gaya dari era 90-an karena ada sesuatu yang terasa sangat effortless dari cara orang-orang mengenakan denim saat itu," jelasnya.