JAKARTAHYPE.COM - Naniek Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), telah menyampaikan surat perpisahannya. Keputusan ini diambil atas dasar pertimbangan kesehatannya yang menjadi prioritas utama.

Dalam surat perpisahannya, Naniek secara terbuka menyinggung adanya pengalaman yang ia sebut sebagai 'trauma akut' terkait urusan keuangan. Hal ini menjadi salah satu aspek yang ia soroti setelah memutuskan untuk meninggalkan jabatannya.

Ungkapan mengenai 'trauma akut' ini disampaikan Naniek melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya, Facebook. Kejadian ini berlangsung pada hari Rabu, tanggal 22 Juli.

Melalui unggahan tersebut, Naniek juga memberikan gambaran mengenai kemungkinan keterlibatannya di masa mendatang. Ia mengindikasikan adanya potensi untuk tetap dilibatkan dalam pengawasan BGN.

"Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," tulis Naniek Sudaryati Deyang.

Pernyataan ini disampaikan Naniek kepada awak media dengan seizin darinya. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi yang baik antara Naniek dan pihak kepresidenan pasca pengunduran dirinya.

Meskipun telah mundur dari posisi kepala, Naniek tampaknya masih dipercaya untuk memberikan kontribusi. Tawaran untuk memimpin dewan pengawas BGN menjadi bukti adanya pengakuan atas pengalaman dan dedikasinya.

Informasi ini kami dapatkan setelah melakukan penelusuran lebih lanjut. Dikutip dari detikcom, Naniek Sudaryati Deyang menyampaikan detail pengunduran dirinya dan tawaran peran baru tersebut.

Pengunduran diri Naniek Sudaryati Deyang dari jabatannya sebagai Kepala BGN ini tentu menjadi sorotan publik. Terlebih lagi dengan adanya penyinggungan mengenai 'trauma akut' yang ia alami.