JAKARTAHYPE.COM - Labu siam, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Sechium edule, merupakan komoditas sayuran yang populer di Indonesia. Sayuran ini berasal dari Meksiko bagian tengah dan Amerika Latin, kini telah tersebar luas di berbagai belahan dunia berkat kandungan nutrisinya yang melimpah.

Sayuran yang termasuk dalam keluarga labu-labuan ini menawarkan berbagai potensi manfaat kesehatan. Di antaranya, mendukung kesehatan selama masa kehamilan, melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, hingga berkontribusi dalam memperlambat proses penuaan dini.

Meskipun memiliki segudang manfaat, konsumsi labu siam dalam jumlah yang sangat berlebihan ternyata dapat memicu efek samping yang tidak diinginkan. Masalah pencernaan menjadi keluhan utama yang paling sering muncul akibat konsumsi yang melampaui batas wajar.

Dalam satu buah labu siam berukuran sedang (sekitar 203 gram), terkandung beragam nutrisi penting. Kandungan utamanya adalah folat, vitamin esensial yang krusial untuk pembelahan dan pertumbuhan sel, terutama saat kehamilan.

Selain kaya folat, labu siam juga dikenal rendah kalori, lemak, natrium, dan total karbohidrat. Karakteristik ini menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau menjaga pola makan sehat.

Menanggapi potensi efek samping, Ketua Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania, menegaskan bahwa labu siam aman dikonsumsi sehari-hari dalam porsi normal. "Kalau ditanya efek sampingnya sebetulnya hampir tidak mungkin sih ya terjadi efek samping kecuali kalau dia ada alergi terhadap labu siam," ujar dr Inggrid Tania.

Menurut dr Inggrid Tania, efek samping baru berpotensi muncul jika labu siam dikonsumsi dalam jumlah yang ekstrem, seperti melebihi sepuluh mangkuk dalam satu hari. "Tapi itu juga jarang sekali ya ada orang alergi terhadap labu siam itu seribu satu orang lah ya seribu banding satu kali itu belum tentu ya karena saya sendiri juga belum pernah menemukan orang alergi dengan labu siam gitu," imbuhnya saat dihubungi detikcom, Kamis (21/7/2025).

Konsumsi serat berlebihan akibat makan labu siam dalam jumlah masif umumnya bersifat sementara. Keluhan tersebut akan berangsur membaik seiring normalnya kembali pola makan.

Risiko jangka panjang seperti gangguan fungsi hati atau ginjal dinilai sangat kecil kemungkinannya. Hal ini karena hampir tidak mungkin bagi seseorang untuk mengonsumsi sepuluh hingga dua puluh mangkuk labu siam setiap hari selama berbulan-bulan.