JAKARTAHYPE.COM - Gangguan tidur, terutama kebiasaan sering terbangun di tengah malam, seringkali dianggap remeh. Namun, fenomena ini bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang mendasarinya, salah satunya adalah diabetes.

Kondisi diabetes, yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol kadar gula darah, memunculkan berbagai gejala. Gejala ini, seperti rasa haus dan lapar berlebih, nyeri, hingga keinginan untuk buang air kecil yang sering, dapat secara signifikan mengganggu kualitas tidur.

Poliuria, atau sering buang air kecil, merupakan gejala umum pada penderita diabetes, terutama di malam dan pagi hari. Peningkatan kadar gula darah menyebabkan ginjal bekerja ekstra keras menyaring glukosa, yang kemudian menarik air bersamaan, sehingga meningkatkan produksi urine.

"Saat memiliki kelebihan glukosa, tubuh akan mengambil air dari jaringan tubuh. Hal ini bisa menimbulkan dehidrasi sehingga membangunkan seseorang pada malam hari untuk minum," demikian penjelasan yang dilansir dari laman Healthline.

Diabetes melitus terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup atau bahkan sama sekali. Tanpa insulin yang memadai, glukosa tidak dapat diubah menjadi energi oleh tubuh.

Kekurangan energi inilah yang kemudian memicu peningkatan rasa lapar yang signifikan pada penderita diabetes.

Keringat malam yang berlebihan pada penderita diabetes seringkali dipicu oleh kadar glukosa darah yang terlalu rendah, di bawah 70 mg/dL. Kondisi ini memicu pelepasan hormon adrenalin yang dapat membuat penderitanya sulit tertidur kembali.

Neuropati diabetik, kerusakan saraf akibat diabetes, dapat menimbulkan gejala nyeri dan mati rasa pada kaki dan tangan. Kerusakan saraf ini, yang seiring waktu dipicu oleh gula darah tinggi, juga dapat mengganggu pola tidur penderitanya.

Sakit kepala bisa menjadi gejala lain yang berkaitan dengan fluktuasi kadar gula darah. Baik terlalu rendah maupun terlalu tinggi, kondisi ini dapat memicu sakit kepala dengan mekanisme yang berbeda.