JAKARTAHYPE.COM - Mackenzie Shirilla, wanita muda yang dijuluki 'Hell on Wheels' setelah divonis bersalah dalam kasus tabrak lari yang menewaskan dua orang, kembali menarik perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada foto selfie terbarunya yang diunggah oleh para pendukungnya di media sosial, diambil dari dalam penjara.
Dalam foto yang beredar, Shirilla yang kini berusia 21 tahun tampak menunjukkan ekspresi wajah yang datar. Para pendukungnya menyertakan narasi bahwa ia terus berupaya menjalani perbaikan diri dan masih menyimpan harapan untuk dapat membatalkan vonis yang telah dijatuhkan kepadanya.
Kasus yang melibatkan Shirilla ini sempat menjadi perhatian luas setelah diangkat dalam sebuah dokumenter yang ditayangkan di Netflix, berjudul The Crash. Insiden tragis tersebut terjadi pada Juli 2022, ketika Shirilla mengemudikan mobil dengan kecepatan sangat tinggi, sekitar 160 km/jam, sebelum akhirnya menabrak sebuah tembok di Strongsville, Ohio.
Akibat kecelakaan fatal tersebut, dua orang korban tewas di tempat, yakni kekasih Shirilla, Dominic Russo yang berusia 20 tahun, dan sahabat mereka, Davion Flanagan yang berusia 19 tahun.
Pada tahun 2023, pengadilan secara resmi menyatakan Shirilla bersalah atas dua dakwaan pembunuhan kendaraan yang diperberat dan empat dakwaan penyerangan berat. Saat membacakan putusan, hakim bahkan sempat memberikan julukan 'Hell on Wheels' kepada Shirilla, yang mengindikasikan keyakinan hakim bahwa aksi tersebut dilakukan dengan kesengajaan.
Atas perbuatannya, Shirilla kini tengah menjalani masa hukuman penjara dengan rentang waktu 15 tahun hingga seumur hidup. Upaya hukum yang terus dilakukan Shirilla untuk membatalkan putusan pengadilan sejauh ini selalu menemui jalan buntu.
Tim kuasa hukum Shirilla berargumen bahwa pada saat kejadian, pelaku yang saat itu masih berusia 17 tahun mengalami kondisi medis tertentu yang diduga menyebabkan hilangnya kesadaran sesaat sebelum mobil menabrak tembok. Mereka juga berpendapat bahwa tim pembela sebelumnya dinilai kurang menghadirkan bukti medis serta saksi ahli yang memadai untuk mendukung klaim tersebut.
"Ia terus berusaha memperbaiki diri dan masih berharap bisa membatalkan vonis yang menjeratnya," demikian keterangan yang menyertai unggahan foto selfie Shirilla dari balik jeruji besi oleh para pendukungnya.
"Tim kuasa hukumnya berpendapat bahwa saat kecelakaan terjadi, Shirilla yang masih berusia 17 tahun mengalami kondisi medis tertentu yang diduga membuatnya kehilangan kesadaran sebelum mobil menabrak tembok," demikian penjelasan mengenai argumen pembelaan yang disampaikan tim kuasa hukumnya.