JAKARTAHYPE.COM - Sebuah foto yang menampilkan seorang peserta mengenakan kebaya selama rangkaian acara Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran baru-baru ini menjadi viral di berbagai platform media sosial. Kejadian ini langsung memicu perdebatan sengit di kalangan warganet mengenai etika dan aturan berpakaian dalam acara adat tersebut.
Keriuhan di dunia maya semakin memanas setelah beredar klaim bahwa penampilan busana yang dikenakan oleh peserta tersebut telah mendapatkan restu resmi dari pihak panitia penyelenggara acara sakral itu. Hal ini menambah lapisan kompleksitas pada polemik yang terjadi.
Peristiwa ini pertama kali menjadi sorotan publik setelah sebuah tangkapan layar diunggah melalui akun Threads dengan nama pengguna @mbulnyandul. Unggahan tersebut menunjukkan sebuah foto yang memperlihatkan tiga orang peserta yang semuanya mengenakan kebaya berwarna hitam.
Dalam foto tersebut, salah satu dari tiga individu yang berbusana kebaya tersebut diduga kuat adalah seorang pria. Dugaan ini menjadi fokus utama perdebatan publik mengenai ketepatan busana dalam konteks adat Jawa yang sangat dijunjung tinggi.
Unggahan di media sosial tersebut juga menyertakan pesan yang ditujukan kepada beberapa tokoh publik, termasuk artis Sara Wijayanto. Pesan tersebut tampaknya berusaha mengklarifikasi atau mengonfirmasi perihal busana yang dikenakan oleh peserta.
Selain Sara Wijayanto, pesan tersebut juga ditujukan kepada Gusti Sura atau yang memiliki nama lengkap GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo. Sosok Gusti Sura ini memiliki peran penting dalam struktur kepemimpinan Keraton Mangkunegaran saat ini.
Gusti Sura sendiri merupakan saudara dari Gusti Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, yang merupakan putra mahkota dan saat ini memimpin Puro Mangkunegaran dengan gelar KGPAA Mangkunegara X. Keterkaitan ini membuat isu ini menjadi perhatian lebih serius.
Lebih lanjut, Gusti Sura juga memegang tanggung jawab langsung sebagai ketua panitia penyelenggara acara penting tersebut, yaitu Kirab Malam 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran. Posisi ini membuat klarifikasinya sangat dinantikan publik.
Dikutip dari berbagai unggahan di media sosial, terdapat pesan yang diklaim ditujukan kepada Sara Wijayanto dan Gusti Sura, sehubungan dengan visualisasi peserta dalam kirab tersebut. Pesan ini menjadi salah satu inti dari perdebatan yang menyeruak.