JAKARTAHYPE.COM - Momen tak biasa terjadi selama perhelatan sakral Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran, Surakarta, yang kini menjadi perbincangan hangat di lini masa media sosial. Aksi seorang peserta pria yang memilih mengenakan busana kebaya menjadi sorotan utama publik.

Peristiwa ini menarik perhatian luas karena dianggap menyimpang dari ketentuan berpakaian yang telah ditetapkan oleh pihak Keraton Mangkunegaran untuk acara adat tersebut. Hal ini menimbulkan diskusi mengenai kepatuhan terhadap norma berbusana dalam acara keraton.

Kirab Malam 1 Suro sendiri merupakan ritual tahunan yang memegang peranan penting dalam kalender budaya Keraton Mangkunegaran. Acara ini biasanya diisi dengan prosesi Kirab Pusaka Dalem dan tradisi Laku Tapa Bisu sebagai wujud penghormatan terhadap tahun baru Jawa.

Pada tahun ini, pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro jatuh bertepatan dengan tanggal 17 Juni 2026. Rangkaian ritual ini diikuti oleh abdi dalem, keluarga keraton, serta peserta yang mendaftar melalui jalur terbuka.

Puro Mangkunegaran sengaja membuka partisipasi bagi masyarakat umum, termasuk mengundang sejumlah tokoh pesohor tanah air. Pembukaan pendaftaran untuk umum ini bertujuan agar tradisi dapat dirasakan dan diikuti oleh khalayak yang lebih luas.

Meskipun peserta umum diizinkan ikut serta, penyelenggara telah menetapkan panduan berpakaian yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat. Pelanggaran terhadap aturan ini menjadi dasar sorotan terhadap pria yang mengenakan kebaya tersebut.

Kehadiran pria berkebaya dalam barisan kirab tersebut secara eksplisit menjadi sorotan karena dinilai melanggar aturan berbusana yang sudah ditetapkan oleh pihak keraton. Hal ini menjadi fokus utama diskusi publik mengenai etika berpakaian dalam konteks adat tersebut.

Dikutip dari sumber yang memberitakan kejadian tersebut, aksi pria berkebaya saat Kirab Malam 1 Suro di Puro Mangkunegaran menjadi viral di media sosial. Tindakan tersebut menjadi sorotan karena melanggar aturan berbusana yang telah ditetapkan.

Dilansir dari pemberitaan mengenai acara tersebut, tahun ini acara tersebut melibatkan undangan serta peserta yang mendaftar secara terbuka, selain abdi dalem dan keluarga keraton. Selain itu, Puro Mangkunegaran mengundang sejumlah pesohor dan membuka pendaftaran buat umum.