JAKARTAHYPE.COM - Sejarah industri fotografi mencatat nama George Eastman sebagai sosok pionir yang membentuk revolusi dalam bidang tersebut, jauh sebelum era perangkat pintar mendominasi saat ini.
Eastman merupakan tokoh sentral di balik pendirian Kodak, sebuah merek yang pernah menjadi cetak biru perkembangan fotografi dunia sejak didirikan pada tahun 1888.
Namun, kejayaan Kodak yang berhasil bertahan lebih dari satu abad harus berakhir dengan catatan tragis di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kebangkrutan perusahaan multinasional tersebut, menurut analisis, dipicu oleh sebuah dilema bisnis yang sangat klasik dan sering terjadi dalam sejarah korporasi.
Dilema klasik tersebut melibatkan ego dan ketakutan yang melekat pada para petinggi perusahaan ketika dihadapkan pada perubahan fundamental di pasar.
Kegagalan utama Kodak terletak pada ketidakmampuan mereka mengantisipasi pergeseran zaman dan tren teknologi yang bergerak begitu cepat di industrinya.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kejatuhan ini menjadi studi kasus penting mengenai pentingnya adaptasi manajemen terhadap inovasi yang muncul.
Peristiwa ini, yang menjadi sorotan CNBC Indonesia, menunjukkan dampak destruktif dari keengganan manajemen untuk menerima ide-ide terobosan yang datang dari internal perusahaan.
"Sejarah mencatat nama George Eastman sebagai sosok penting di balik revolusi fotografi modern sebelum era gawai pintar saat ini," demikian disampaikan dalam analisis tersebut.