JAKARTAHYPE.COM - Organ hati atau liver memegang peran sentral dalam menjaga kesehatan tubuh manusia, bertanggung jawab atas proses pencernaan makanan, pembuangan limbah, serta menjaga kelancaran sirkulasi darah. Organ vital ini terletak di bagian kanan atas rongga perut, tepat di bawah tulang rusuk.

Ketika fungsi hati terganggu, kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa mengalami dampak serius, sehingga penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap sinyal-sinyal yang diberikan oleh organ ini. Beberapa tanda masalah hati seringkali tidak kentara dan mudah disalahartikan sebagai kondisi biasa.

Salah satu gejala yang kerap muncul adalah rasa gatal pada kulit, yang biasanya terasa intens di area lengan, kaki, atau telapak tangan dan kaki, namun tidak disertai ruam. Penyebab gatal ini diduga kuat berkaitan dengan penumpukan garam empedu di bawah permukaan kulit pengidap penyakit hati.

Selain garam empedu, ketidakseimbangan zat kimia dalam darah seperti histamin dan serotonin akibat disfungsi hati juga diyakini berkontribusi pada munculnya sensasi gatal yang mengganggu tersebut.

Gejala lain yang lebih kasat mata adalah jaundice atau penyakit kuning, ditandai dengan perubahan warna kulit dan bagian putih mata menjadi kekuningan karena adanya penumpukan bilirubin dalam darah. Bilirubin sendiri merupakan pigmen kuning yang seharusnya diproses oleh hati dan dikeluarkan tubuh melalui empedu.

Dilansir dari laman Liver Foundation, "Bilirubin biasanya diproses liver dan dikeluarkan sebagai empedu. Empedu kemudian melewati sistem pencernaan dan keluar dari tubuh melalui tinja atau urine."

Namun, ketika proses pembersihan bilirubin oleh hati terganggu, pigmen ini menumpuk di pembuluh darah, yang kemudian menyebabkan tubuh tampak menguning. "Infeksi pun bisa menyebabkan kuning akibat kerusakan sel-sel hati akibat infeksi," kata spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

Kadar bilirubin yang tinggi tidak hanya memengaruhi warna kulit dan mata, tetapi juga mengubah warna ekskresi tubuh; feses bisa terlihat pucat menyerupai tanah liat, sementara urine berubah menjadi gelap seperti warna cokelat atau oranye.

Perasaan begah atau mual yang muncul kadang kala merupakan manifestasi dari infeksi virus hepatitis C, di mana gejalanya sering dikelirukan dengan masuk angin atau masalah pencernaan ringan. "Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C akut. Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan," kata spesialis penyakit dalam dr Femmy Nurul Akbar SpPD KGEH dalam sebuah wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu.