JAKARTAHYPE.COM - Sebuah fenomena menarik terjadi di jagat maya pada awal Juni lalu, melibatkan keunikan cara seorang pedagang siomay dalam meyakinkan pelanggannya. Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan upaya transparansi di tengah kekhawatiran konsumen mengenai kualitas bahan baku makanan.
Peristiwa ini berpusat pada seorang penjual siomay yang memilih metode pemasaran yang sangat jujur dan langsung. Ia memutuskan untuk mengabadikan momen dirinya berfoto bersama ikan tenggiri asli sebagai bukti otentisitas bahan utama dagangannya.
Tindakan sederhana namun berani ini muncul sebagai respons terhadap isu maraknya penggunaan ikan berkualitas rendah, seperti ikan sapu-sapu, yang sempat beredar di kalangan pedagang siomay. Pedagang ini ingin memastikan bahwa siomay jualannya terbuat dari bahan baku unggulan.
Aksi tersebut dengan cepat menyebar luas di lini masa media sosial, menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk tokoh penting di pemerintahan. Salah satu figur yang memberikan tanggapan positif adalah Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.
Momen viral ini pertama kali dibagikan oleh salah satu akun media sosial pada tanggal 2 Juni 2026. Akun X bernama @txtdrkuliner menjadi medium penyebaran foto unik tersebut kepada publik yang lebih luas.
Salah satu pengguna media sosial menyoroti upaya pedagang tersebut dengan membagikan foto tersebut melalui unggahan. Pengguna tersebut menuliskan sebuah kalimat yang menunjukkan kekagumannya terhadap kejujuran si penjual.
"Siomay langganan gue sampe pasang foto bareng sama ikan tenggiri biar nggak dibilang dari ikan sapu-sapu," merupakan kutipan yang diunggah oleh salah satu netizen di platform X, sebagaimana dilihat pada akun @txtdrkuliner (2/6/2026).
Berbagai pujian kemudian mengalir kepada penjual siomay tersebut atas integritas yang ia tunjukkan dalam menjalankan usahanya. Kejujuran semacam ini dianggap sebagai standar baru dalam praktik bisnis kuliner di Indonesia.
Dilansir dari akun X @txtdrkuliner (2/6/2026), aksi unik ini berhasil menarik perhatian publik dan bahkan mendapat apresiasi dari pejabat negara. Hal ini menunjukkan bahwa transparansi dapat membangun kepercayaan konsumen secara efektif.