JAKARTAHYPE.COM - Presiden Republik Indonesia ketujuh, Joko Widodo (Jokowi), baru-baru ini menerima penganugerahan gelar adat yang sangat terhormat di tanah Lampung. Gelar yang disematkan kepadanya adalah "Baginda Pemuka Bangsa," sebuah pengakuan mendalam dari masyarakat adat setempat.

Prosesi adat yang khidmat tersebut dilaksanakan di Kedatun Keagungan, sebuah lokasi bersejarah yang terletak di Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung. Acara penting ini diselenggarakan pada hari Sabtu, tepatnya tanggal 27 Juni 2026.

Salah satu momen paling mencolok dan penuh makna dalam rangkaian upacara penganugerahan gelar tersebut adalah ketika Presiden Jokowi berpartisipasi dalam tradisi menginjak kepala kerbau. Kepala kerbau tersebut telah dipersiapkan dengan ritual khusus dan diletakkan di atas karpet merah sebagai simbol penghormatan tertinggi.

Penyelenggara adat di Kedatun Keagungan Lampung menjelaskan bahwa pemberian gelar kepada Presiden Jokowi ini memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi tatanan budaya mereka. Makna ini merefleksikan harapan dan pengakuan adat terhadap peran kepemimpinan nasional yang diemban oleh Presiden.

Tokoh adat Lampung yang memiliki gelar kehormatan Sultan Seghayo Dipuncak Nur, yaitu Mawardi Rahma Harirama, turut memberikan keterangan mengenai tradisi tersebut. Ia menekankan bahwa prosesi pemberian gelar adat atau yang dikenal sebagai muakhi ini bukanlah hal baru.

"Prosesi pemberian gelar adat atau muakhi ini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun lalu," ujar Mawardi Rahma Harirama.

Keterangan ini menegaskan betapa tua dan berakar kuatnya tradisi adat yang dihormati oleh masyarakat Lampung dalam memberikan pengakuan kepada figur penting. Tradisi ini menunjukkan kesinambungan nilai-nilai luhur leluhur mereka.

Momen simbolis menginjak kepala kerbau tersebut menjadi puncak dari keseluruhan ritual penyambutan dan penganugerahan gelar tersebut. Tindakan ini diyakini membawa pesan spiritual dan sosial yang hanya dipahami secara utuh dalam konteks adat Lampung.

Dilansir dari sumber berita terkait, seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan khidmat, menunjukkan penghormatan tinggi dari para tetua adat dan masyarakat Lampung kepada pemimpin negara.