JAKARTAHYPE.COM - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) baru-baru ini menyuarakan pertanyaan serius mengenai pernyataan yang dilontarkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. Pernyataan tersebut menyoroti adanya kesenjangan pendapatan yang sangat besar di kalangan dokter di Indonesia.

Kesenjangan yang dimaksud mencakup rentang pendapatan yang sangat lebar, mulai dari dokter yang dilaporkan menghasilkan miliaran rupiah hingga mereka yang pendapatannya disebut setara dengan profesi tukang parkir. Hal ini menjadi sorotan utama yang dipertanyakan oleh organisasi profesi dokter tersebut.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal PB IDI, dr. Telogo Wismo Agung Durmanto, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki informasi mengenai sumber data yang digunakan oleh Menteri Kesehatan dalam menyampaikan klaim tersebut. Mereka merasa perlu adanya klarifikasi mengenai landasan faktual di balik pernyataan kontroversial tersebut.

Dilansir dari detikcom, dr. Telogo menyampaikan keraguannya secara terbuka mengenai angka fantastis yang disebutkan. Ia secara spesifik mempertanyakan dasar perhitungan di balik klaim mengenai dokter yang berpenghasilan miliaran rupiah per tahun.

"Saya sendiri tidak tahu mendapat info dari mana kok bisa seorang dokter pendapatannya miliaran?" kata dr. Telogo Wismo Agung Durmanto saat dihubungi pada hari Senin, 29 Juni 2026.

Pernyataan dari Sekretaris Jenderal PB IDI tersebut menegaskan bahwa perkumpulan dokter belum menerima data resmi atau metodologi yang digunakan untuk mengkategorikan disparitas gaji dokter sefantastis itu.

Ketidakjelasan sumber data ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan internal organisasi profesi mengenai akurasi dan representasi data gaji dokter di Indonesia secara keseluruhan. Organisasi tersebut menekankan pentingnya data yang valid untuk setiap kebijakan yang menyangkut kesejahteraan tenaga medis.

Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap paparan Menteri Kesehatan yang mengindikasikan adanya ketidakadilan struktural dalam sistem remunerasi tenaga kesehatan profesional di Tanah Air. PB IDI berupaya mendapatkan kejelasan agar dapat memberikan masukan yang konstruktif.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Health.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.