JAKARTAHYPE.COM - Industri perhotelan Indonesia dan Asia Tenggara dikejutkan dengan berita wafatnya seorang tokoh penting di sektor tersebut. Sosok yang dimaksud adalah Charles Brookfield, pendiri dari grup manajemen hotel terkemuka, Archipelago Hotels.

Peristiwa duka ini secara resmi terjadi pada hari Senin, tanggal 29 Juni 2026. Lokasi di mana beliau menghembuskan napas terakhirnya adalah di wilayah Bali, yang dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia.

Charles Brookfield dikenal luas di kalangan industri dengan sapaan akrab "Pak Charley". Ia dikenang sebagai seorang pionir yang memiliki visi jauh ke depan dalam pengembangan bisnis perhotelan di kawasan regional.

Warisan kepemimpinan, integritas moral yang tinggi, serta dedikasinya yang konsisten menjadi pilar utama berdirinya Archipelago Hotels. Perusahaan ini kini telah menjadi salah satu nama besar dalam manajemen hotel di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara.

Kabar resmi mengenai meninggalnya Pak Charley ini disampaikan kepada publik melalui pernyataan resmi oleh manajemen perusahaan. Pernyataan tersebut diterima oleh media pada hari Kamis, tanggal 2 Juli 2026.

Penyampaian kabar duka ini dilakukan oleh John Flood, yang saat ini menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Archipelago Hotels. Beliau menjadi juru bicara resmi untuk mengumumkan berita kehilangan ini.

John Flood memberikan apresiasi mendalam terhadap kontribusi sang pendiri bagi perusahaan. "Pak Charley adalah sosok pemimpin luar biasa dengan visi, integritas, serta kepeduliannya yang tulus terhadap sesama yang telah membentuk Archipelago Hotels dan setiap dari kami yang berkesempatan bekerja bersamanya," ujar John Flood.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa nilai-nilai luhur yang dipegang oleh Charles Brookfield telah menjadi cetak biru bagi kultur kerja dan etos perusahaan hingga saat ini. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh beliau terhadap perkembangan organisasi.

Dikutip dari berbagai sumber, kepergian Pak Charley tentu menyisakan duka mendalam bagi seluruh staf, mitra bisnis, serta kolega di industri pariwisata. Beliau meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah perhotelan nasional.